Alun-Alun Tugu Kota Malang yang kerap jadi jujugan wisatawan. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Alun-Alun Tugu Kota Malang yang kerap jadi jujugan wisatawan. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Menjadi salah satu destinasi wisata di daerah yang cukup diminati wisatawan, Kota Malang ikut terimbas kemunculan virus corona atau covid-19. 

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang Dwi Cahyono mengatakan, kewaspadaan penularan virus corona ini yang menjadikan wisatawan urung berani untuk bepergian ke area-area wisata. Saat ini, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Malang, khususnya dari mancanegara, mengalami penurunan.

"Jumlah wisatawan secara keseluruhan jelas menurun. Banyak orang yang takut berpergian karena corona ini," ujarnya.

Meski begitu, adanya upaya pemerintah pusat yang memberikan diskon 50 persen selama tiga bulan untuk pembelian tiket pesawat ke beberapa destinasi wisata di Indonesia disambut baik. Diskon tiket itu berlaku untuk tujuan Denpasar, Batam, Bintan, Manado, Yogyakarta, Labuan Baju, Belitung, Lombok, Danau Toba. dan Malang.

Apalagi, pemerintah juga memberikan insentif pajak hotel dan restoran untuk sejumlah destinasi wisata tersebut. Tentunya, menurut Dwi Cahyono, hal itu juga harus dibarengi dengan inovasi paket wisata yang menarik.

"Kami menyambut baik upaya pemerintah pusat untuk memberikan intensif dan diskon pesawat. Nah, sekarang dari daerah, para pelaku pariwisata juga harus menyiapkan satu paket keseluruhan wisata yang menarik untuk menyambut itu," jelasnya.

Lebih lanjut, Dwi Cahyono menilai kebijakan pemerintah akan sia-sia jika di setiap daerah tidak memiliki upaya lain untuk menarik wisatawan. Terlebih, saat ini pemerintah pusat tengah membuat kebijakan baru bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk bekerja, belajar, dan beribadah di rumah.

Artinya, dalam kurun waktu sementara ini, setiap orang dimungkinkan untuk tidak berkegiatan atau bepergian ke daerah lain. Sehingga, jika ingin lebih meningkatkan kunjungan wisata, memang perlu strategi maksimal agar kekhawatiran bepergian bisa diminimalisir.

"Kalau di Kota Malang, kami akan gandeng beberapa wilayah bersama-sama untuk mengatasi masalah ini. Meski tiket pesawat diturunkan 50 persen, tidak akan berdampak signifkan kalau orang takut bertemu bandara dan bepergian. Pengelola parwisata harus berupaya. Kalau nggak gitu, akan jatuh bersama-sama nantinya," tandasnya.