Rapat koordinasi yang dipimpin Wali Kota Malang dengan seluruh stakeholder berkaitan dengam virus Corona (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Rapat koordinasi yang dipimpin Wali Kota Malang dengan seluruh stakeholder berkaitan dengam virus Corona (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Virus Corona merebak, Wali Kota Malang Sutiaji tetap memperbolehkan adanya keramaian dan Car Free Day (CFD). Kebijakan tersebut tetap diambil, meski ada banyak daerah di Jawa Timur (Jatim) yang kini menutup CFD dan sederet tempat wisata.

Sutiaji menyebut, kebijakan yang berbeda tersebut diambil untuk tak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Sehingga, masyarakat diajak untuk beraktivitas seperti biasa tanpa harus panik secara berlebihan. Namun harus tetap meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga : Sudah Diwajibkan, Pemerintah Kabupaten Malang Bakal Bagikan 120 Ribu Masker ke Masyarakat

"Kami memberanikan diri mengambil kebijakan ini. Karena kepanikan yang berlebihan sangat tidak baik. Saya harap pemimpin kita juga tak panik, agar masyarakat tidak panik juga," terangnya di hadapan rektor dan kepala sekolah serta stakeholder terkait di Balai Kota Malang dalam agenda rapat koordinasi, Sabtu (14/3/2020).

Sutiaji menyampaikan, karantina atau isolasi hanya akan diberlakukan kepada yang suspect Corona. Sehingga, penyebaran virus dapat dicegah. Pendataan terhadap yang memiliki riwayat dengan pasien yang terjangkit Corona pun akan terus dilakukan.

"Yang harus diwaspadai adalah yang terinveksi agar diisolasi saja. Selebihnya agar tetap berjalan normal," terang dia.

Sutiaji menyampaikan, CFD akan tetap dilaksanakan pada Minggu (15/3/2020) besok. Pada kegiatan tersebut, tenaga kesehatan di seluruh puskesmas Kota Malang akan diterjunkan untuk melakukan sosialisasi dan cara hidup sehat.

"Mulai dari cara cuci tangan hingga menjaga hieginitas diri akan disosialisasikan," imbuh Sutiaji.

Lebih jauh Sutiaji menerangkan, kegiatan sekolah dan belajar akan berlangsung seperti biasa. Selain itu, seluruh sekolah diimbau untuk menyediakan tepat cuci tangan dengan air mengalir serta sabun cuci dan hand sanitizer. Kondisi itu supaya diberlakukan di seluruh perkantoran.

"Cuci tangan dan jaga kesehatan paling penting," imbuhnya.

Baca Juga : Ranking 5 Se-Jatim, Petugas Medis dan Dosen di Kabupaten Malang Ada yang Positif Covid-19

Sementara untuk aktivitas keramaian, menurutnya akan tetap diperbolehkan dengan berbagai skema. Namun skema tersebut saat ini masih belum dijabarkan secara gamblang oleh Sutiaji. Pria berkacamata itu hanya menyampaikan jika nantinya setiap keramaian ada kemungkinan untuk disertai dengan pendeteksi suhu badan.

"Surat edaran akan kami sebarkan dalam waktu dekat," imbuh Sutiaji.

Bukan hanya itu, Sutiaji juga mengingatkan agar masyarakat tak berbelanja secara berlebihan. Karena saat ini, ada beberapa produk dan vitamim yang terpantau sudah mulai menipis.

"Vitamin sudah banyak yang habis, kalau terus menerus masyarakat panik dan berakibat pada terpuruknya ekonomi dan itu nggak bagus," pungkasnya.

Sebelumnya, Kota Malang terpantau memiliki delapan pasien dalam pengawasan suspect Corona. Namun enam diantaranya telah dinyatakan negatif Corona. Sementara sisanya tengah menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut di RSSA Malang. Uji lab kesehatan ke dua pasien saat ini tengah dikirim ke Laboratorium UNAIR Surabaya.