Kepala Pelaksana Harian Balai Besar TNBTS, Novita Kusuma Wardani (Hendra Saputra)
Kepala Pelaksana Harian Balai Besar TNBTS, Novita Kusuma Wardani (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) terus mewaspadai dampak virus Corona yang saat ini sedang merebak di seluruh dunia. 

Karena banyak sekali wisatawan asing yang datang untuk menikmati keindahan wisata di daerah pegunungan ini.

Baca Juga : Curhat Pelaku Pariwisata ke Menteri Pariwisata Wishnutama, Seperti Apa ?

Corona yang sangat meresahkan publik dunia saat ini juga dirasakan oleh pelaku wisata khususnya TNBTS yang merasa dampaknya juga cukup mengurangi wisatawan dari asing karena beberapa warga asing dilarang untuk berpergian oleh pemerintah negaranya masing-masing.

Kepala Pelaksana Harian Balai Besar TNBTS, Novita Kusuma Wardani mengatakan bahwa pihaknya saat ini masih terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait virus Corona.

"Kami akan lakukan sesuai anjuran pemerintah daerah, kalau ditutup ya bisa ditutup, kalau masih bisa terus dibuka ya tetap akan kami lakukan. Dan sampai saat ini belum ada imbauan untuk ditutup, tapi kami juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait penyebaran virus Corona itu," ungkap Novita saat dijumpai di Desa Wonokitri.

Sementara itu, Novita mengaku juga sudah berkirim surat kepada setiap pelaku wisata untuk mewaspadai penyebaran virus Corona. 

Karena menurutnya penyebaran secara cepat virus tersebut melalui hewan, dan di TNBTS sendiri masih banyak hewan dari hutan.

"Kami sudah kirim surat untuk waspada Corona. Kami waspada satwa yang mati, karena penyebaran banyak melalui hewan, itu yang kami tekankan," kata Novita.

Baca Juga : Penutupan Tempat Wisata dan Hiburan di Kota Batu Diperpanjang sampai 21 April

Untuk diketahui dari penjelasan Novita, pengunjung di TNBTS sendiri pada tahun 2019 lalu mencapai 600 ribu pengunjung. 

Dan hal itu kemungkinan berkurang di tahun ini karena isu penyebaran virus Corona. 

Tapi pada bulan April 2020 depan, TNBTS menargetkan 500 sampai 1.000 pengunjung karena mendekati Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

"Biasanya mendekati ramadhan itu lonjakan pengujung sangat banyak, karena kalau puasa kan bisa dikatakan sepi meski masih ada," imbuhnya mengakhiri.