Launching Malang Fun Run 2. (Muslimin/MalangTIMES).
Launching Malang Fun Run 2. (Muslimin/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Malang Fun Run kembali dihelat untuk kali kedua. Di tengah isu merebaknya virus corona, agenda yang telah masuk dalam kalender event Kota Malang itu ditargetkan mampu menggairahkan industri wisata.

Baca Juga : Pemain Arema Tak Lagi Kirim Video Latihan, Ternyata Ini Sebabnya

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni menjelaskan, Malang Fun Run bukan hanya mewakili gaya hidup sehat para pecinta lari, melainkan juga menjadi salah satu upaya menciptakan sport tourism.

"Tentu event apa pun yang diadakan harus memberi efek pada bidang lainnya," kata perempuan yang akrab disapa Dayu itu.

Dayu menjelaskan, kegiatan tersebut akan menjadi upaya pertama dalam menghidupkan sport tourism. Sebab, peserta yang mengikuti akan digandeng untuk bisa melewati setiap area wisata yang ada hingga potensi ekonomi yang dimiliki Kota Malang.

Ketua Komunitas Lari Malang Raya (Kolamara) Donny Setiawan menambahkan, Malang Fun Run akan ditempuh dengan jarak lima kilometer. Rute yang dilewati pun seluruhnya adalah wilayah atau jujukan para wisatawan. Sehingga, para peserta dapat menikmati keindahan setiap destinasi yang ada.

Donny menjelaskan, rute yang akan dilalui dimulai dari Balai Kota Malang–Jl Kertanegara (Stasiun Kotabaru)–jembatan Brantas (melewati Kampung Warna-Warni Jodipan)–Jl Aris Munandar–Jl Merdeka Timur–Merdeka Selatan–Merdeka Barat-Jl Basuki Rahmat–Jl Semeru–masuk Stadion Gajayana–Jl Semeru–Jl Kahuripan–kembali ke kawasan Tugu Kota Malang (Balai Kota Malang).

"Tapi menariknya, peserta akan diajak lari mengitari Stadion Gajayana sebanyak satu kali. Ini yang berbeda dengan daerah lainnya," imbuh dia.

Baca Juga : Masih Cari Pengganti Ratu Tisha, Waketum PSSI: Tugas dan Tanggung Jawab Sekjen Itu Berat

Lebih jauh Donny menyampaikan, Malang Fun Run 2 ini menargetkan 1.400 peserta. Angka itu diyakini bisa tembus mengingat junlah peserta Malang Fun Run pertama juga membeludak.

Sementara itu, Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson menambahkan, kegiatan tersebut merupakan sebuah gerakan positif yang harus diapresiasi. Ke depan, dia berharap agenda tersebut dapat dilaksanakan terus-menerus.

"Karena ini juga bisa menggairahkan industri ekonomi dan wisata di Kota Malang. Selain juga mengupayakan hidup sehat bagi masyarakat," ujarnya.