Pada saat gelaran Kongres ke-V Partai Amanat Nasional di Kendari, Sulawesi Tenggara (Foto: Istimewa)
Pada saat gelaran Kongres ke-V Partai Amanat Nasional di Kendari, Sulawesi Tenggara (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Nampaknya keributan pada saat Kongres ke-5 PAN yang digelar pada tanggal 10-12 Februari 2020 di Kendari, Sulawesi Tenggara berbuntut panjang. 

Kongres yang mempertarungkan antara para kandidat calon ketua umum, diantaranya Mulfachri Harahap, Drajad Wibowo, serta incumbent Zulkifli Hasan ini dimenangkan oleh calon incumbent Zulkifli Hasan dengan perolehan 331 suara, Mulfachri Harahap memperoleh 225 suara, Drajad Wibowo 6 suara, serta suara tidak sah 3 suara. 

Berdasarkan perolehan suara tertinggi ini, Zulkifli Hasan berhasil menjabat sebagai Ketua Umum Partai Amanat Nasional dua periode. Jabatan ketua umum dijabat selama dua periode ini baru pertama kali di PAN. 

Sebelumnya, mulai tahun 1998-2004 Ketua Umum PAN dijabat oleh Amien Rais, selanjutnya digantikan oleh Soetrisno Bachir pada periode 2005-2010. Kemudian kursi ketua umum dijabat oleh Hatta Rajasa pada periode 2010-2015 yang menang secara aklamasi. 

Setelah itu pada Kongres ke-IV, Zulkifli Hasan terpilih sebagai Ketua Umum periode 2015-2020. Pada Kongres ke-V Zulkifli Hasan terpilih kembali dan sah berdasarkan hasil kongres, sebagai Ketua Umum PAN periode 2020-2025.

Saat Zulkifli Hasan telah sah terpilih sebagai ketua umum, pada SK Kepengurusan tidak tercantum nama Amien Rais sebagai bagian dari pengurus struktural PAN. Dilansir dari SindoNews, posisi Amien Rais sebagai Ketua Dewan Kehormatan akan digantikan oleh Soetrisno Bachir, Sekretaris Jenderal tetap Eddy Soeparno dan Bendahara Umum Totok Daryanto. 

Untuk posisi Yandri Susanto yang namanya sempat melambung akan menjadi Sekretaris Jenderal, dia akan diposisikan sebagai Wakil Ketua Umum PAN.

Tidak tercantumnya nama Amien Rais membuat beberapa tokoh dan kader PAN geram dan mengusulkan kepada Amien Rais untuk membuat partai baru yaitu PAN Reformasi. 

"Perlu kami sampaikan, kami sudah menerima usulan dari 158 DPD dan DPW serta 1.300 tokoh-tokoh yang pernah terlibat di PAN dan tokoh yang pernah terlibat di era reformasi termasuk tokoh-tokoh Muhammadiyah agar Pak Amien dari pada diperlakukan tidak baik oleh PAN agar membentuk PAN Reformasi," ujar Muhammad Asri Anas dikutip dari SindoNews pada hari Rabu (11/3/2020).

Dari hasil pertemuan yang dilaksanakan di rumah Putra Jaya Husin salah satu pendiri PAN, belum menghasilkan kesepakatan untuk membentuk PAN Reformasi. Tetapi Amien Rais dan Mulfachri Harahap masih fokus terhadap gugatan ke pengadilan pekan ini mengenai hasil Kongres ke-V PAN yang memenangkan Zulkifli Hasan sebagai ketua umum.

"Menggugat proses kongres yang tidak benar, sudah jauh dari semangat awal berdirinya PAN," tandasnya.

Asri Anas juga membenarkan bahwa PAN Reformasi ini adalah partai baru yang diusulkan ke Amien Rais. "Iya arahnya ke sana. Partai yang mengembalikan semangat awal PAN didirikan, tapi sekali lagi Pak Amien fokus dengan gugatan proses kongres dulu," bebernya. 

Terkait kondisi PAN saat ini mengenai ada usulan partai baru bernama PAN Reformasi, Ketua DPD PAN Kota Malang Pujianto memilih tidak memberikan tanggapan dan menginformasikan dalam waktu dekat akan ada kegiatan pelantikan kepengurusan yang baru.

"Nggak ada. Tanggal (24/3/2020) Insya allaah pelantikan pengurus baru hasil Kongres V Kendari," ujarnya saat dihubungi oleh pewarta pada hari Rabu (11/3/2020).