Kushedya Hari Yudo (99) merayakan gol Elias Alderete saat hadapi Persib (official Arema FC)
Kushedya Hari Yudo (99) merayakan gol Elias Alderete saat hadapi Persib (official Arema FC)

MALANGTIMES - Meski sudah mendatangkan dua penyerang asing dari Argentina yakni Elias Alderete dan Jonathan Bauman, Arema FC masih terlihat sangat kesulitan untuk menembus pertahanan lawan.

Bahkan, bisa dibilang Arema FC nampaknya belum menemukan solusi tepat ketika lini depannya sedang deadlock atau buntu menciptakan gol. Hal itu terlihat saat dikalahkan Persib Bandung dengan skor 1-2 di Stadion Kanjuruhan Minggu (8/3/2020) kemarin.

Saat menghadapi Persib Bandung, Elias Alderete diturunkan sebagai striker tunggal dengan didukung Kushedya Hari Yudo dan Dendi Santoso di belakangnya. Tapi, nampaknya belum mampu membuat Singo Edan bisa dijuluki sebagai lini depan yang ganas.

Jonathan Bauman yang digadang-gadang menjadi pemain yang bisa suplai bola untuk penyerang masih belum 100 persen dalam permainan karena baru saja sembuh dari cedera.

Hal berbeda ketika lini depan Arema FC hanya diisi para pemain lokal, yaitu ketika menghadapi PS Tira di laga perdana Liga 1 2020. Saat itu, Kushedya Hari Yudo mampu menciptakan dua gol dan membawa Singo Edan meraih poin perdana.

Karena hasil yang kurang memuaskan tersebut, pelatih Arema FC Mario Gomez mengaku akan kembali mengasah ketajaman lini depannya.

"Seharusnya, kami bisa mengejar ketinggalan (lawan Persib) jika bisa memaksimalkan peluang menjadi gol. Kami akan melanjutkan asah ketajaman dalam sesi latihan selanjutnya. Tujuannya tentu agar kami bisa menyelesaikan peluang kami lebih baik menjadi gol," ungkap Gomez.

Sementara itu, Kushedya Hari Yudo juga terlihat tak leluasa ketika gandeng dengan Elias Alderete di lini depan. Bahkan pemain jebolan Akademi Arema itu bisa dikatakan free role atau bermain bebas di lini serang untuk mencari celah menciptakan gol.

Tapi Yudo menampik bahwa ia kesulitan ketika bermain bersama Alderete. "Ada Elias sebenarnya tidak kesulitan, tapi kembali lagi ini sepak bola, hasil yang menentukan," kata Yudo.

Selanjutnya, Gomez berharap timnya tidak melakukan kesalahan mendasar ketika pertandingan. Hal itu mengingat Syaiful Indra Cahya yang menjadi sorotan karena satu gol bunuh diri dan melanggar pemain Persib sehingga berbuah penalti.

"Semua pemain adalah manusia, mereka pasti lakukan kesalahan. Tapi saya akan ingatkan mereka agar kesalahan serupa tidak terjadi lagi di pertandingan selanjutnya," jelas Gomez.