Wali Kota Malang Sutiaji (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Sampah masih cukup banyak bergentayangan di saluran air. Kondisi itu cukup memprihatinkan sekaligus membuat Wali Kota Malang geram. Pasalnya, kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih sangat minim.

"Hampir setiap hari tim satgas itu nemukan sampah di saluran air. Itu kan sangat memprihatinkan. Dari mana sebenarnya sampah-sampah itu," katanya, Kamis (5/3/2020).

Sutiaji menyampaikan, kesadaran dari masyarakat untuk tak membuang sampah sembarangan adalah kunci yang paling utama dalam menanggulangi sampah. Sehingga, Kota Malang berkeinginan menerapkan standar hukum yang diterapkan Jepang. Sebagai salah satu negara terbersih di Asia Tenggara.

"Ada banyak contoh sebenarnya untuk menanggulangi sampah. Kalau kita tiru Singapura, maka regulasinya akan sangat kuat dengan tekanan dan denda yang sangat besar bagi yang membuang sampah sembarangan," terangnya lagi.

Namun Kota Malang menurutnya lebih memilih upaya penanggulangan sampah seperti di Jepang. Dimana masyarakatnya dididik dengan kebudayaan dan kebiasaan yang kuat, yaitu membuang sampah pada tempatnya.

Dia optimis, ketika kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dilakukan sejak dini maka akan berimplikasi sangat jauh. Sehingga, masyarakat akan mencintai lingkungannya dan menganggap tabu saat akan membuang sampah sembarangan dan menganggap itu sebagai perbuatan tercela.

"Kita ingin seperti Jepang kak tanpa ada denda tapi ada karakter yang dibangun sejak kecil," tambah pria berkacamata itu.

Sehingga, lanjutnya, pendidikan menjadi kunci utama yang harus dilakukan untuk menanggulangi sampah. Saat ini, upaya menanamkan kesadaran diri untuk cinta lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya sudah dilaksanakan di lembaga pendidikan. Mulai dari tingkat TK hingga perguruan tinggi.

Namum hal itu menurutnya tak akan berjalan sukses. Sehingga, dia meminta peran serta masyarakat untuk memberi contoh baik kepada anak-anaknya. Sehingga, ada kesinambungan dengan pendidikan cinta lingkungan yang diterapkan di sekolah dan lingkungan rumah.

"Akan percuma jika sekolah terapkan pendidikan ketat tapi lingkungan tak mendukung," imbuhnya lagi.

Lebih jauh dia menyampaikan, saat ini regulasi terkait penanggulangan sampah terus diperkuat. Disamping itu juga dibarengi dengan penerapan berbagai inovasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Salah satunya melalui bank sampah hingga inovasi menyulap sampah agar bernilai ekonomis.

"Tapi inovasi yang dibuat memang belum banyak dimanfaatkan masyarakat. Karena itu tadi, masyarakat masih memiliki kebiasaan membuang sampah sembarangan tanpa mau memilah sampah," pungkasnya.