Sanusi terus kuatkan konsolidasi dengan kader PDI Perjuangan dan tak terganggu  hasil berbagai survei. (MalangTimes)
Sanusi terus kuatkan konsolidasi dengan kader PDI Perjuangan dan tak terganggu hasil berbagai survei. (MalangTimes)

MALANGTIMES - Berbagai hasil survei dari lembaga-lembaga yang meramaikan perhelatan pilkada 2020 di Kabupaten Malang tak membuat calon bupati Malang Sanusi surut semangatnya.

Calon yang diusung PDI Perjuangan bersama Didik Gatot Subroto sebagai calon wakil bupati Malang itu  terus bergerak untuk menguatkan target kemenangannya nanti.

Sanusi secara tegas menyatakan bahwa hasil survei hanyalah referensi baginya untuk terus memanaskan semangatnya untuk berlaga di pilkada 2020. "Tak berpengaruh bagi saya. Saya tetap bergerak untuk menyambut pilkada. Hasil survei hanya referensi  untuk memompa semangat," ucapnya.

Sanusi optimistis di pilkada 2020, dirinya bersama Didik Gatot akan mendulang target yang ditetapkan. Yakni 70 persen suara di Kabupaten Malang.

Seperti diketahui, hasil survei terbaru yang dirilis  Adiwangsa Research and Consultan bekerja sama dengan peneliti UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta beberapa waktu lalu menempatkan elektabilitas Sanusi sampai Februari 2020 di angka 30,41 persen. Angka elektabilitas 5 figur kandidat calon bupati yang dibesut lembaga survei itu memperlihatkan seluruhnya masih di bawah 50 persen.

Sanusi dengan angka itu masih berada di posisi tertinggi dibanding figur lainnya seperti Ali Ahmad, Hasan Abadi, Siadi, dan Heri Cahyono.
Masih di atas angin itulah, optimisme pasangan calon PDI Perjuangan ini tetap terjaga. Bahkan, Sanusi secara tegas mengatakan, dari berbagai hasil survei yang ramai berseliweran saat ini, dirinya masih tetap unggul dibandingkan calon figur lainnya.

"Kan banyak itu hasil survei saat ini. Ada yang menyebut saya di angka 70, 50, 30 persen. Sekali lagi itu bagi saya sebagai referensi saja. Saya akan tetap fokus bergerak ke depannya," ujar orang nomor satu di Kabupaten Malang ini.

Optimisme Sanusi cukup berdasar. Saat figur lain masih belum mendapatkan lampu hijau dari parpol yang akan mengusungnya, Sanusi-Didik Gatot terus menguatkan soliditas di internal partainya. Selain tentunya keuntungan lain adalah Sanusi merupakan calon petahana sehingga namanya lebih terbuka dikenal oleh masyarakat sebagai bupati.

Hal itu pula yang membuat figur lainnya dari parpol yang dimungkinkan menjadi seterunya nanti belum bisa menunjukkan dirinya ke khalayak umum.

Didik Gatot Subroto, calon eabup Malang, pun menyatakan hal sama. Pihaknya tetap tegak lurus dengan perintah partai dalam pilkada 2020.
"Kami tegak lurus dengan perintah partai. Sehingga kami akan fokus dengan target pemenangan. Saat ini tentu masih konsolidasi internal," ujarnya.

Tak hanya itu. PDI Perjuangan pun terus melakukan berbagai komunikasi politik dengan parpol lainnya untuk membentuk koalisi. Sehingga target yang diusung dalam pilkada 2020 akan semakin ringan pada nantinya. "Komunikasi politik terus kami lakukan. PDI Perjuangan partai terbuka untuk itu," tandas Didik Gatot.