Bupati Sanusi cabup Malang dari PDI Perjuangan bersama Didik Gatot Subroto dalam kawalan Banser di kandang Banteng Kabupaten Malang (Pito MalangTimes)
Bupati Sanusi cabup Malang dari PDI Perjuangan bersama Didik Gatot Subroto dalam kawalan Banser di kandang Banteng Kabupaten Malang (Pito MalangTimes)

MALANGTIMES - Calon bupati Malang Sanusi yang diusung PDI Perjuangan, akhirnya mendatangi kandang banteng Kabupaten Malang, Rabu (4/3/2020) sore hari.

Menariknya, kedatangan Sanusi dikawal oleh Banser yang bila ditarik secara politis lebih dekat dengan PKB. Walaupun Banser bukan bagian secara struktural dari PKB.

Hal ini pun menjadi pemandangan cukup menarik. Beberapa asumsi yang sudah ramai di khalayak umum, bahwa PKB yang sejak awal optimis mampu bersinergi dengan Nahdlatul Ulama (NU) beserta organisasi sayap di dalamnya. Dalam perhelatan Pilkada 2020 dan menarget kemenangan, pecah. 

Bahkan para kader NU Kabupaten Malang pun banyak yang merapat ke parpol berhaluan nasionalis. Umar Usman Ketua PCNU Kabupaten Malang dan Hasan Abadi merapat ke PDI Perjuangan dan NasDem, sampai detik terakhir partai banteng moncong putih mengeluarkan rekomnya ke Sanusi-Didik Gatot.

Kedatangan Sanusi yang dikawal Banser dan disambut oleh para pemimpin DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, menurut Bupati Malang merupakan bagian dari kebersamaan.

"Ini (pengawalan Banser, red) bagian dari kebersamaan. Saya ini kader NU sejak dulu dan pernah jadi wakil Ansor Kabupaten Malang," ucapnya yang tak ingin memperpanjang hal itu.

Sanusi dikawal Banser ke kandang Banteng Kabupaten Malang (MalangTimes)

Sanusi lebih fokus pada target yang telah ditentukan partai dalam Pilkada 2020. Dimana, target kemenangan dengan kisaran 70 persen suara nantinya bisa diwujudkan.

"Saya fokus ke sana saja. Salah satunya kedatangan saya ke kantor DPC PDI Perjuangan ini dalam rangka itu," ujarnya.
Kedatangan Sanusi ke kandang banteng merupakan langkah awal untuk merumuskan berbagai strategi pemenangan. Sekaligus lebih mengintimkan sosoknya di kader banteng moncong putih. 

Hal ini dibenarkan oleh Didik Gatot Subroto, tandem Sanusi di Pilkada 2020. "Kedatangan pak Sanusi untuk mendekatkan diri dengan seluruh kader. Dimana saya sebagai Ketua DPC menyampaikan ke seluruh kader bahwa pak Sanusi adalah kader PDI yang mendapat rekom dari DPP," ujarnya.

Hal ini menjadi penting, lanjut Ketua DPRD Kabupaten Malang ini, karena dengan pertemuan itu akan menjadi keputusan bulat bagi seluruh kader. Dari cabang, ranting sampai anak ranting untuk mengawal dan mendukung Sanusi-Didik di Pilkada 2020.
"Jadi dari pertemuan ini akan ditindaklanjuti sampai anak ranting. Untuk mengawal hasil rekom partai dan memenangkan pasangan Sanusi-Didik nantinya," ujar Didik Gatot.

Disinggung pengawalan Sanusi oleh Banser, dirinya menyatakan bukan hal aneh. Banser sebagai organisasi masyarakat keagamaan memiliki pilihan dalam menjalankan aktivitasnya. "Pak Sanusi ya orang NU dan pernah juga di Ansor kan?" tandasnya.