MALANGTIMES - Upaya pencarian korban tenggelam di Bendungan Karangkates, Desa Sukowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang akhirnya membuahkan hasil.
Baca Juga : Hari ke 2 Proses Pencarian Pendaki Hilang karena Kesurupan, Puluhan Personel Dikerahkan
Tubuh korban yang diketahui bernama Triyono warga Dukuh Duren, Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang ini ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian.
”Proses pencarian tadi dilakukan dengan dua cara, pertama dengan metode penyelaman dan yang kedua dengan metode penyisiran menggunakan kail pancing para nelayan. Setelah melakukan pencarian sekitar 2,5 jam, jasad korban akhirnya ditemukan disekitar lokasi kejadian,” terang Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Malang, Mudji Utomo, Rabu (4/3/2020).
Di sisi lain, Cilmi salah satu relawan pencarian mengaku jika proses pencarian dengan metode penyelaman yang dilakukan petugas gabungan dari PMI, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Malang, dan Tim SAR sempat tidak membuahkan hasil.
Hingga akhirnya, petugas berinisiatif untuk melibatkan nelayan setempat untuk membantu proses pencarian.
”Tadi unsur nelayan yang dilibatkan dalam proses pencarian ada banyak, para nelayan itu melakukan pencarian dengan menggunakan 5 perahu,” jelas Cilmi.
”Nelayan yang melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian ini, memasang banyak kail pancing berukuran besar kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian,” sambung salah satu relawan dari BPBD Kabupaten Malang tersebut.
Metode semacam itu ternyata berdampak signifikan. Pasalnya, kail yang berukuran besar dan berbentuk menyerupai jangkar yang dipasang nelayan itu, sempat menjaring topi yang diketahui milik korban.
”Lokasi penemuan topi itu kami lakukan penyisiran ulang, tepat jam setengah tiga (14.30 WIB) jasad korban yang tersangkut kail pancing langsung kami evakuasi dengan menggunakan perahu karet menuju ke daratan,” ungkap Cilmi.
Seperti yang sudah diberitakan, Selasa (3/3/2020) pagi sekitar pukul 10.00 WIB, Triyono berpamitan dengan keluarganya untuk pergi memancing di Bendunan Karangkates. Namun hingga malam hari, pria 30 tahun itu tak kunjung pulang ke rumah.
Merasa khawatir, pihak keluarga akhirnya pergi ke Bendungan Karangkates untuk mencari keberadaan Triyono, Rabu (4/3/2020) pagi.
Setibanya di Bendungan yang berlokasi di Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang tersebut, pihak keluarga hanya menemukan bekal makanan dan sepeda motor korban di bibir bendungan.
Baca Juga : HMI Kisip Brawijaya Salurkan Bantuan APD dan Handsanitizer ke RS Saiful Anwar
”Kami menduga jika korban tenggelam kemarin (Selasa 3/3/2020) siang, soalnya bekal makan siangnya belum sempat dimakan oleh korban,” tutur Cilmi.
Berdasarkan penelusuran media online ini, dugaan jika korban tenggelam Selasa (3/3/2020) siang ini juga dikuatkan dari keterangan salah satu saksi yang mengaku membeli ikan hasil tangkapan korban.
”Iya, informasinya memang seperti itu. Pagi korban memancing, menjelang siang ikan hasil menjaring dijual kepada pedagang disekitar lokasi kejadian,” terang Cilmi kepada wartawan.
Diduga kuat, setelah menjual ikan tersebut, Triyono kembali menyisiri Bendungan Karangkates guna menjaring ikan.
”Warga sempat ada yang lihat jika korban menjaring ikan tidak mengendarai perahu, tapi hanya pakai ban pelampung,” sambung Cilmi.
Ketika menjauh dari bibir bendungan itulah, diduga kuat ban pelampung yang digunakan korban bocor.
Nahas, karena tidak terlalu mahir berenang dan lokasi menjaring ikan yang jauh dari bibir bendungan membuat pria yang berusia lebih dari kepala tiga tersebut tenggelam saat berupaya menyelamatkan diri.
”Usai dievakuasi jenazah korban langsung dibawa ke Puskesmas Kalipare untuk divisum. Informasinya saat ini jenazah sudah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan oleh pihak keluarga,” ujar Cilmi.
