Umar Usman Ketua PCNU Kabupaten Malang dalam suatu acara (dok MalangTimes)
Umar Usman Ketua PCNU Kabupaten Malang dalam suatu acara (dok MalangTimes)

MALANGTIMES - Terlihat masih adem ayem, para bakal calon kepala daerah dari PKB untuk Pilkada Kabupaten Malang terus melakukan komunikasi intensif.

Tak terkecuali Ketua PCNU Kabupaten Malang Umar Usman, yang namanya digadang-gadang serta memiliki optimisme tinggi sebagai kandidat kuat dari PKB. 

Selain nama Ali Ahmad yang harus berhitung bila maju Pilkada, yakni mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota DPR RI maupun Hasan Abadi, Hanif Dhakiri dan Lathifah Shohib.

Umar bahkan sangat terlihat optimis terkait posisinya dalam perebutan rekom DPP PKB.

Dimana, dokter yang juga PNS Kota Malang ini mengaku telah mendapatkan nominasi utama untuk mendapatkan rekomendasi.

"Saya terus maju dan saya rasa bisa mendapat nominasi utama untuk rekomendasi DPP PKB. Walau masih berdinamika, ini semakin mendekati final," ucapnya kepada media.

Nominasi utama yang disebut Umar itu, bisa juga disebut sebagai tiket untuk melenggang di kancah Pilkada 2020. 

Dimana, nominasi utama ini didasarkan pada jejak yang ditorehkan dalam beberapa perhelatan politik.

Umar menyebut, dirinya dua kali membuktikan mampu memberi komando dalam pilihan gubernur Jatim dan Pilpres 2019 lalu. 

Dimana, di dua kontestasi politik lima tahunan itu, dirinya mengklaim kesuksesan yang dikawalnya.

"Hasilnya sukses. Untuk Pilkada di Kabupaten Malang, keluarga besar Nahdliyyin, sudah gak sabar nunggu komando," ujarnya.

Walau memiliki optimisme tinggi dan merasa menjadi nominasi utama untuk mendapat rekom DPP PKB Umar juga menyampaikan, segala sesuatu bisa saja terjadi. 

"Ikhtiar terus, tapi sepertinya saya masih nominasi utama. Dan ini mendekati final," tegasnya.

Terpisah, optimisme Umar disorot oleh Sentrum Kajian dan Pemberdayaan Masyarakat Madani, melalui Direkturnya, Harianto seperti dikutip bacamalang. 

Dimana, menurutnya tokoh berlatar belakang NU yang lokalistik menjadi pertimbangan kuat untuk maju di Pilkada Kabupaten Malang.

"Umar kader NU yang tak diragukan. Dirinya memiliki potensi dukungan yang cukup besar dikalangan masyarakat Kabupaten Malang yang mayoritas warga Nahdliyin," ujar Harianto.

Walau secara laporan riset dari lembaga lain yaitu Adiwangsa Research and Consultan yang bekerjasama dengan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, nama Umar sebagai bakal calon hanya bisa menembus di 16 besar. 

Dengan prosentase 2,08 persen dari pilihan responden yang berjumlah 480 orang di 33 kecamatan.

Elektabilitas Umar, masih menurut laporan itu, masih di bawah Hasan Abadi yang juga terlihat antusias untuk maju dalam Pilkada 2020 di Kabupaten Malang.

Lepas dari berbagai pernyataan dan hasil riset itu, DPP PKB sampai saat ini masih terlihat adem ayem untuk mengumumkan jagoannya di Kabupaten Malang.