Cawabup dari PDI Perjuangan Didik Gatot Subroto siap melepas jabatannya sebagai Ketua DPRD Kabupaten Malang. (dd nana)
Cawabup dari PDI Perjuangan Didik Gatot Subroto siap melepas jabatannya sebagai Ketua DPRD Kabupaten Malang. (dd nana)

MALANGTIMES - Calon wakil bupati (cawabup) PDI Perjuangan Didik Gatot Subroto siap meletakkan jabatannya saat ini sebagai ketua DPRD Kabupaten Malang.

Hal ini ditegaskannya sebagai bentuk kepatuhan dan taat asas aturan dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020, saat dirinya didapuk oleh PDI Perjuangan  menjadi tandem Bupati Malang Sanusi dalam pilkada.

"Tentunya saya siap untuk meletakkan jabatan ketua DPRD Kabupaten Malang pada nantinya. Saat penetapan calon oleh KPU sekitar Juni depan," ucap Didik Gatot yang juga ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Selasa (3/3/2020).

Pernyataan Didik Gatot yang dikenal sebagai dewan yang vokal selama ini didasari adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 33/PUU-XIII/2015. Disebutkan, anggota DPR, DPD dan DPRD harus mengajukan pengunduran diri secara tertulis sejak ditetapkan menjadi peserta pilkada.

Putusan MK ini kemudian dimasukkan dalam Pasal 7 Ayat (2) Huruf s Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota (UU Pilkada). Pasal itu mengatur bahwa bakal calon kepala daerah harus menyatakan telah mundur sebagai anggota DPR, DPRD, dan DPD.

"Tentunya sebagai warga negara dan anggota dewan, saya harus tunduk dengan aturan. Sekali lagi saya siap mengundurkan diri dari Ketua DPRD Kabupaten Malang," ujar Didik Gatot.

Secara teknis, lanjutnya, pada saat penetapan pengajuan pengunduran diri baru diluncurkan ke DPC hingga DPP,  DPP nantinya akan menurunkan kebijakan siapa yang akan menjadi pengganti antarwaktu (PAW) Didik Gatot sebagai ketua DPRD Kabupaten Malang.

Sedangkan, siapa pengganti jabatan yang ditinggalkan Didik Gatot dilakukan setelah PAW.   Didik akan mengajukan siapa nama penggantinya.

Disinggung kesiapannya unuk melepas jabatan sebagai ketua DPRD untuk maju di Pilkada 2020, dengan berbagai kemungkinan yang bisa terjadi, misalnya, pasangan Sanusi-Didik terpental dalam kontestasi itu, secara tegas dirinya menyebut, perintah partai untuk dirinya tak bisa ditolak sebagai kader.

"Kami selalu tegak lurus dengan perintah partai. Jadi! saya siap untuk melepas jabatan saat ini untuk maju di pilkada," tegasnya.