Bupati Malang Sanusi (satu dari kiri) dan Didik Gatot Subroto (3 dari kiri), pasangan calon bupati dan Wabup dari PDI Perjuangan di sebuah acara. (Ist)
Bupati Malang Sanusi (satu dari kiri) dan Didik Gatot Subroto (3 dari kiri), pasangan calon bupati dan Wabup dari PDI Perjuangan di sebuah acara. (Ist)

MALANGTIMES - Calon yang diusung PDI Perjuangan Sanusi dan Didik Gatot Subroto telah melempar psy-war dalam kontestasi Pilkada 2020 di Kabupaten Malang.

Pasangan yang kini menjabat sebagai bupati Malang dan ketua DPRD Kabupaten Malang ini optimistis di pilkada 2020 nanti bisa mendulang suara sebanyak 70 persen dari total pemilih.

Hal ini disampaikan oleh calon wakil bupati (cawabup) PDI Perjuangan Didik Gatot Subroto ke media beberapa waktu lalu. "Kami berharap sampai 70 ke atas suara yang bisa diraih. Kita optimis bisa mencapainya," ucap Ketua DPC PDI Perjuangan ini.

Optimisme itu  dilandasi dengan sosok yang diusung. Sanusi yang kental dengan sisi religiusnya dan Didik mewakili nasionalis. Dua kubu yang terbukti mampu mendulang kemenangan di Pemilu 2019 lalu, baik di pilpres maupun pileg.

Optimisme ini pun, menurut hasil laporan riset yang dilakukan oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan Adiwangsa Research and Consultan Malang, juga terlihat dari penerimaan pemilih di Kabupaten Malang. Data responden sebanyak 480 di 33 kecamatan yang diwawancarai oleh kedua lembaga ini dari Januari-Februari 2020 memperlihatkan Sanusi memang masih unggul dibandingkan kandidat calon lainnya.

Sanusi berada di posisi pertama dengan 48 persen dari responden yang menjawab pertanyaan dari dua lembaga itu. Di bawahnya, 45 persen dipegang Hasan Abadi yang sampai saat ini masih belum mendapatkan rekom dari parpol mana pun.

Di urutan ketiga yang diterima oleh responden ada nama Ali Ahmad atau Gus Ali, ketua DPC PKB Kabupaten Malang yang juga anggota DPR RI. Dengan nilai penerimaan mencapai 42 persen. 
Sayangnya, dua nama itu belum dipastikan diusung untuk berlaga di pilkada 2020 oleh parpol. Hingga nama Sanusi pun yang resmi berlaga sebagai calon bupati dari PDI Perjuangan semakin bertengger untuk sementara ini.

"Calon petahana masih di atas angin dari nama-nama lain yang kami ajukan dalam riset ke responden," ujar peneliti dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Mahatva Yoga Adi Pradana.

Peneliti kelahiran Malang ini melanjutkan, masih tingginya calon petahana juga sesuai dengan hasil dari pertanyaan terkait latar belakang calon yang diinginkan, yaitu unsur poltisi.  "Nilainya teratas dari unsur lainnya yaitu 22,8 persen," imbuhnya.

Di tingkat kandidat calon wakil bupati, nama-nama cukup banyak tapi belum bisa dipastikan akan berlaga di pilkada 2020. Nama Didik Gatot Subroto, yang juga masuk dalam hasil riset dua lembaga itu, bertengger di angka 16 persen.

Walau ada beberapa nama dengan persentase di atasnya, Yoga memprediksi nama-nama yang bukan putra daerah kemungkinannya kecil untuk berlaga. "Kami prediksi kecil bisa ikut. Sehingga kemungkinannya nama-nama putra daerah yang akan direkom dan maju oleh parpol," ujarnya.

Optimisme dan hasil riset itu bisa jadi modal besar bagi pasangan calon yang diusung PDI Perjuangan untuk menorehkan sejarah kemenangannya di Kabupaten Malang.
Walau, secara tegas juga Yoga menyebut angka-angka itu masih akan terus berkembang dengan mengerucutnya nama calon pada nantinya. "Jadi, calon petahana juga masih belum aman," tandasnya.