Wisata Lembah Indah Malang, Ngajum, bagian komitmen Pemkab Malang mempercepat sektor pariwisata dengan melibatkan investor dalam dan luar negeri (Disparbud for MalangTIMES)
Wisata Lembah Indah Malang, Ngajum, bagian komitmen Pemkab Malang mempercepat sektor pariwisata dengan melibatkan investor dalam dan luar negeri (Disparbud for MalangTIMES)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang berlari cepat untuk menuntaskan berbagai program stategisnya hingga awal 2021 mendatang. Baik pengurangan kemiskinan, optimalisasi pariwisata dan daya dukung lingkungan hidup.

Untuk mempercepat proses itu, sejak bertahun lalu, Pemkab Malang pun membuka kran investasi lebih lebar. Baik investor dalam maupun luar negeri. Hasilnya, seperti dicatat Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Malang, nilai investasi yang masuk di tahun 2018 lalu mencapai Rp 27 triliun. 

Dengan rincian, investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 22 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp 2 triliun. Sisanya, disumbang dari Penanaman Modal Dalam Negeri Non-Fasilitasi sebesar Rp 3 triliun.

Torehan investasi itu pula yang digenjot di tahun 2019 dan tahun ini. Data itu pula yang membuat Sanusi memiliki optimisme tinggi, di tahun 2020, nilai investasi bisa lagi dikerek tinggi. Bahkan, Sanusi menyampaikan tambahan Rp 10 triliun untuk kenaikannya di tahun 2020.

Di sektor pariwisata, kran investasi pun dibuka lebar. Dimana, Sanusi menegaskan, dirinya memiliki komitmen untuk pengembangan pariwisata. Satu cara mempercepatnya adalah membuka kran investasi lebih luas.

"Komitmen kita menarik investor di sektor pariwisata. Karena itu sejak tahun lalu saya tegaskan untuk tak bermain-main dengan pelayanan perizinan," tegasnya, Minggu (1/3/2020).

Pernyataan tegas Sanusi itu pun berbuah manis. Berbagai investor dari mancanegara, dari Prancis, Swiss, Denmark, hingga Taiwan, sampai investor dalam negeri berbondong-bondong masuk untuk menanamkan dananya.

Seperti diketahui, sampai akhir tahun 2019 lalu, tercatat ada 169 destinasi wisata yang tersebar di Kabupaten Malang. Potensi semacam inilah yang membuat para investor baik domestik maupun mancanegara, memiliki pilihan beragam untuk menanamkan sahamnya di daerah yang memiliki slogan The Heart of East Java ini.

Misalnya, lokasi wisata Lembah Indah Malang di Desa Balesari, Kecamatan Ngajum. Dimana destinasi wisata yang memadukan keindahan panorama alam pegunungan dan edukasi terkait pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan warga sekitar telah dimasuki investor dari Jakarta dan telah dikelola secara profesional.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara, membenarkan terkait hal itu. Dimana dirinya mengatakan, sesuai visi misi Kabupaten Malang sangat terbuka untuk para investor untuk bersama membangun sektor pariwisata.

"Kami sangat terbuka untuk itu. Pembangunan pariwisata membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Tak terkecuali investor dalam maupun luar negeri yang memiliki semangat memajukan pariwisata di Kabupaten Malang," ujarnya.

Walau tak menampik, bahwa keterlibatan investor juga memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Sama bila sektor pariwisata dikelola secara mandiri oleh warga sekitar maupun oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

"Sama-sama punya kelebihan dan kekurangan. Tapi, dengan adanya investor tentu akan mempercepat pembangunan pariwisata. Karena mereka mempunyai dana yang siap untuk itu," imbuh Made Arya.

Di wilayah Ngantang, awal tahun 2020, investor dari Australia dan Kanada pun mulai tertarik untuk pengembangan kawasan pariwisata. Tak tanggung investasi yang akan ditanamkan sebesar Rp 15 triliun.

Tak hanya itu, Cafe Sawah Pujon sampai wisata Coban Jahe, Jabung pun sempat memikat investor dari Rusia. Setelah Wakil Wali Kota Samara, Rusia, serta Wakil Rektor Moscow University, bertandang dan mencicipi keindahan wisata Coban Jahe, yang membuat mereka terpesona. 

Coban Jahe, Jabung, yang sempat memincut investor Rusia (traveling yuk.com)

Dengan berbagai potensi yang kaya di sektor pariwisata itulah, maka Made Arya pun sangat welcome atas kedatangan para investor untuk menanamkan dananya.

"Sekali lagi kita welcome, bagi para investor yang akan masuk dan membangun sektor pariwisata bersama Pemkab Malang," tandasnya.