Wali Kota Malang Sutiaji (dua dari kiri) didampingi istri Widayati Sutiaji (kiri) dan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (tengah) beserta istri Elly Estiningtyas (dua dari kanan) dan Sekretaris Daerah Kota Malang Wasto (kanan) (Istimewa)
Wali Kota Malang Sutiaji (dua dari kiri) didampingi istri Widayati Sutiaji (kiri) dan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (tengah) beserta istri Elly Estiningtyas (dua dari kanan) dan Sekretaris Daerah Kota Malang Wasto (kanan) (Istimewa)

MALANGTIMES - Wali Kota Malang Sutiaji dan Wakil Wali Kota (Wawali) Sofyan Edi Jarwoko menyikat trotoar di kawasan Alun-Alun Merdeka Kota Malang. Aksi bersih itu dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) serta puncak Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen (GASS)

Bersih-bersih yang juga diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai elemen itu dilaksanakan pada Minggu (1/3/2020). Anak-anak dari tingkat SD hingga mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Pendidikan ini juga memadati area Alun-Alun Merdeka sejak pagi.

Selain membersihkan trotoar, Sutiaji dan Sofyan Edi Jarwoko juga memantau kebersihan saluran air  di area Alun-Alun Merdeka. Masyarakat juga dengan ulet turut membersihkan setiap titik di area pusat Kota Malang tersebut.

Sutiaji menyampaikan, upaya bersih-bersih yang dilakukan kali ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Terutama dalam menjaga lingkungan. Melalui gerakan bersih-bersih yang rutin digelar, diharapkan masalah sampah di Kota Malang dapat ditekan secara berangsur. "Menjaga lingkungan itu  penting bagi kita semua," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Rinawati menambahkan, kegiatan yang diselenggarakan di Alun-Alun Merdeka tersebut bertujuan mengedukasi masyarakat untuk hiduo sehat. Kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan didorong agar selalu ramah lingkungan. "Kita biasakam hidup sehat, bersih, dan buang sampah pada tempatnya," kata dia.

Lebih jauh Rinawati menyampaikan, gerakan bersih-bersih itu dilakukan atas dasar kesadaran masyarakat. Seluruh peserta yang turut dalam kegiatan tersebut  datang atas dasar keinginannya sendiri. Pasalnya, DLH sama sekali tak mengeluarkan undangan resmi kepada setiap lembaga yang hadir.

"Kami hanya buat pengumuman dan luar biasa antusiasnya. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat sangat tinggi," imbuh Rina, panggilan akrab Rinawati.

Dia menyampaikan, beberapa pihak yang datang dalam agenda bersih-bersih dan kerja bakti tersebut di antaranya  siswa dari tingkat SD hingga mahasiswa. Kemudian seluruh jajaran perangkat daerah Kota Malang, stakeholder terkait, hingga komunitas dan masyarakat peduli lingkungan. "Dan ini luar biasa," tambah dia.

Rina juga  menyampaikan bahwa program utama DLH dalam menanggulangi sampah adalah membangun perilaku agar senantiasa mencintai lingkungan. Gerakan yang dimulai dari diri sendiri dan lingkungan rumah itu, menurut dia, akan berdampak positif bagi lingkungan yang ditempati. "Minimal berperilaku sehat dan bersih dari diri sendiri dan lingkungan sekitar," imbuh Rina.