Pakar Pengairan dari Teknik Pengairan Universitas Brawijaya (UB) Ir Moh Sholichin MT PhD
Pakar Pengairan dari Teknik Pengairan Universitas Brawijaya (UB) Ir Moh Sholichin MT PhD

MALANGTIMES - Sekitar 30 ribu pelanggan PDAM Kota Malang  mengalami krisis air selama lebih dari satu bulan terakhir. 

Hal ini disebabkan pipa transmisi milik PDAM Kota Malang atau yang kini berubah nama menjadi Perumda Tugu Tirta Kota Malang pecah dan mengalami kerusakan.

Kondisi krisis air ini kemungkinan akan terjadi hingga dua bulan ke depan. Sebab, pemasangan pipa baru masih dilaksanakan pekan lalu, dan ditarget rampung sekitar 50 hari.

Kebocoran pipa ini terjadi pada titik yang sama dalam jangka waktu yang hampir bersamaan. 

Berdasarkan catatan MalangTIMES, kebocoran yang terjadi di Desa Kidal dan Desa Pulungdowo kurang lebih terjadi sebanyak lima kali dalam kurun waktu 10 hari saja.

Lantas mengapa kebocoran ini bisa terjadi?

Pakar Pengairan dari Teknik Pengairan Universitas Brawijaya (UB) Ir Moh Sholichin MT PhD menyampaikan, setidaknya ada dua hal yang menyebabkan kebocoran pipa tersebut. Yakni desain yang kurang tepat atau pelaksanaan yang kurang tepat.

"Desainnya kan nggak terlalu rumit lah kalau PDAM saya kira. Kuncinya kan ada dua, tekanan sama kecepatan," ucapnya.

Nah, tekanan yang melewati bisa jadi terlalu tinggi, sementara pemilihan pipanya tidak tepat.

"Jadi melebihi. Misalnya, dipilih diameter 4, e ternyata harusnya desainnya di meter yang lebih besar, jadi kan nggak cukup," terangnya.

Jadi, tegas Sholichin, dilihat dari aspek desain dulu. Apabila desain benar dan pelaksanaan benar maka tidak akan ada masalah.

"Kalau bocor itu biasanya pada pelaksanaannya kebanyakan," timpalnya.

"Biasanya di Indonesia atau kebanyakan pengawasannya kurang," sambungnya.

Dikatakan Solichin, pengawasan itu sangat penting. Sementara yang kerap terjadi, kontraktor di lapangan cenderung ingin cepat selesai. 

Nah, apabila tanpa pengawasan yang kuat maka hasilnya akan kurang optimal.

Sholichin menambahkan, faktor SDM juga sangat berpengaruh. Banyak SDM PDAM yang perlu peningkatan skill melalui training-training dan manajemen internal.

"Kalau tentang kebocoran sebenarnya kan hal yang teknis. Teknis itu lebih mudah dikerjakan. Artinya kasat mata," imbuhnya.

Maka dari itu, agar kebocoran ini tak lagi terjadi. Hal paling utama yang perlu dilakukan adalah melakukan training terhadap orang-orang lapangan.

"Karena itu kan soft problemnya awal dari situ," ucapnya.

Kemudian, lanjutnya, perlu dilihat jenis pipa yang bocor tersebut. Sebab, bisa jadi pipa-pipa yang bocor itu adalah pipa-pipa lama. 

Nah, apabila kebocoran tersebut terjadi pada pipa lama maka perlu diganti dengan pipa baru.

"Dan kalau misalnya pipa yang bocor jenis tertentu perlu jangan memilih pipa jenis itu lagi," tandasnya.