Warga saat mengantri bantuan air (Dok. MalangTIMES)
Warga saat mengantri bantuan air (Dok. MalangTIMES)

MALANGTIMES - Beberapa daerah di Kota Malang saat ini masih kesulitan air, dan masyarakat harus rela mencari kebutuhan primer itu sampai antri di Hydrant yang ada di pinggir jalan raya bahkan menunggu datangnya air hujan. 

Masih banyak sekali pelanggan PDAM Kota Malang yang selama satu bulan terakhir ini kesulitan mencari air bersih. 

Baca Juga : Dewan Nilai Dirut PDAM Tak Penuhi Kompetensi, Usul Konkret Dicopot

Hal itu disebabkan karena banyak pipa yang bocor dan tidak segera ditangani secara serius. 

Padahal, air merupakan sarana sirkulasi di dalam tubuh untuk  mengirimkan zat-zat gizi ke semua sel. Air juga penting untuk pencernaan, untuk menyerap, asimilasi, dan ekskresi. 

Tubuh manusia dapat bertahan sekitar 5 minggu tanpa makanan, tetapi hanya butuh 5 hari untuk bertahan tanpa air. 

Oleh karena itu, kebutuhan air bagi tubuh adalah menjadi hal utama dalam keberlangsungan hidup manusia.

Dari penelusuran MalangTIMES, masih banyak masyarakat Kota Malang yang mengeluhkan air bersih. 

Beberapa di antaranya adalah sepanjang Jl. Mayjen Sungkono Kelurahan Buring Kecamatan Kedungkandang, Jl. Baran Kelurahan Buring Kecamatan Kedungkandang, Kelurahan Wonokoyo, Madyopuro, sepanjang wilayah Kelurahan Kebonsari dan wilayah Gadang. 

Dari situ bisa dilihat berapa keluarga yang harus mencari air bersih untuk menjalani kehidupan sehari-hari. 

Lalu sampai kapan masyarakat Kota Malang masih harus merasakan kekeringan di musim penghujan. 

Salah satu warga Kota Malang di wilayah Jl. Baran, Sulin mengaku saat ini dirinya harus rela untuk meminta air di tetangganya yang kebetulan berada di wilayah PDAM Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Pipa Terus Bocor, Wali Kota Malang Sutiaji Beri Komentar Ini

Padahal kebutuhan sehari-hari nya sangat membutuhkan air, bukan hanya untuk sekeluarga tapi juga untuk dua sapi yang dimiliki. 

"Kalau untuk saat ini saya ya kadang masih minta mas ke tetangga. Itu kebetulan ada di Kabupaten Malang, karena kan jalan depan sudah masuk Kabupaten Malang," kata Sulin.

"Bayangkan kalau mau minta terus? Kan sungkan. Saya ini punya sapi dan harus minum setiap hari, belum juga keluarga saya untuk mandi, masak dan air minum," imbuhnya mengeluh. 

Bahkan, seringkali ia harus rebutan air dengan tetangga demi memenuhi kebutuhan air bersih untuk keluarga maupun ternaknya. 

Data sementara yang diperoleh dari PDAM Kota Malang, dari 26 ribu yang terdampak saat ini masih menyisakan 2500 yang sama sekali belum teraliri.