Warga perumahan BTU, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang yang bolak-balik mengambil air dari tandon fasilitas perumahan (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Warga perumahan BTU, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang yang bolak-balik mengambil air dari tandon fasilitas perumahan (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Belum usai masalah aliran yang belum berjalan normal, pelanggan Perumda Tugu Tirta Kota Malang kembali mengeluh. 

Kali ini, pelanggan mengeluh karena besaran tagihan yang diberikan malah membengkak dan alami kenaikan dibanding bulan sebelumnya.

Salah satunya disampaikan warga Kelurahan Kedungkandang, Sisca yang mengeluh lantaran tagihan pemakaian air bersih miliknya naik dua kali lipat. 

Padahal, tagihan yang harus ia bayarkan di Februari ini adalah untuk pemakaian di Januari.

"Bulan lalu saya habis sekitar Rp 43 ribuan, Februari ini saya ditagih Rp 93 ribu. Padahal air saya kan macet kemarin, nggak ngalir," katanya kesal.

Dia pun merasa sangat dirugikan. Padalnya, selama ini ia merasa krisis air. Bahkan ia tak hanya ngangsu air ke rumah teman saja. 

Melainkan juga merasakan harus numpang mandi di kosan atau rumah teman saat akan nerangkat kerja.

"Saya aja waktu itu sering numpang mandi di rumah teman. Kalaupun air nyala itu tengah malam dan kecil. Tapi tagihannya naik," tambahnya.

Hal senada juga disampaikan warga perumahan City Side, Kelurahan Kebonsari Kecamatan Sukun, Kota Malang, Idha Ismawati. Dia menyebut, tagihan air bersih miliknya juga mengalami kenaikan. Padahal, perumahannya merupakan salah satu kawasan terdampak pecahnya pipa transmisi.

"Biasanya habis Rp 150 ribu. Tapi tagihan yang buat Januari malah habis Rp 200 ribu," terangnya.

Dia pun merasa sangat dirugikan. Sehingga dia berharap agar Perumda Tugu Tirta Kota Malang memberikan solusi yang tepat atas permasalahan tersebut. 

Sebab selama ini pelanggan juga selalu membayarkan kewajibannya tepat waktu. Karena jika terlambat akan langsung kena denda.

Kondisi serupa juga disampaikan banyak pelanggan lain di media sosial. 

Di antaranya disampaikan pemilik akun @TitoArtDesign yang menyebut jika tagihan air bersih miliknya tak jauh berbeda dengan bulan sebelumnya saat air mengalir normal.

"Tagihan mek kavek 10 ewu karo bulan wingi, gak ono bedane banyune mili opo gak (Tagihan hanya selisih Rp 10 ribu. Tidak ada beda antara air mengalir atau macet; red) tulis @TitoArtDesign mengomentari unggahan akun resmi PDAM Kota Malang dengan menyertakan captire foto tagihan air bersih miliknya.

Hal senada juga disampaikan pengelola akun @ranjaran yang menyebut jika tagihan air bersihnya juga tak jauh berbeda dengan bulan sebelumnya. 

"Muosok murup mek 10 dino ambek murup sakulan kacek 15 ewu. Murup banyu ora, tagihane buanter (Masak nyala 10 hari dan sebulan bedanya cuma Rp 15 ribu. Air nyala nggak, tapi tagihan besar; red)," tulisnya.

Menanggapi itu, Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang M. Nor Muhlas tak mau banyak komentar. 

Muhlas menyebut jika saat ini ia masih konsentrasi menyelesaikan permasalahan penggantian pipa transisi yang sudah dimulai sejak satu pekan lalu.

"Itu pembahasan teknis lain, dibahas nanti saja," terangnya singkat.