Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, yang rencananya akan dikunjungi oleh Bupati Malang Sanusi dan rombongan dalam rangka studi replikasi (realmadrid.com)
Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, yang rencananya akan dikunjungi oleh Bupati Malang Sanusi dan rombongan dalam rangka studi replikasi (realmadrid.com)

MALANGTIMES - Rencana pengembangan stadion Kanjuruhan, Kepanjen, yang sejak tahun lalu sempat ramai menghiasi media ditindaklanjuti Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dengan melakukan lawatan kerja ke negeri Matador Spanyol.

Bupati Malang Sanusi beserta rombongan direncanakan akan melihat berbagai fasilitas stadion yang ada di negeri Matador itu. 

Dalam upaya mereplikasi berbagai stadion sepak bola yang ada di Spanyol, tak terkecuali ke stadion yang menjadi markas club' raksasa Real Madrid. 

Yakni, stadion Santiago Bernabeu yang terletak di kota Madrid, dan awalnya bernama Chamartin.

Lawatan kerja Sanusi dan rombongan itu, dilakukan sejak Senin (25/2/2020) hingga Sabtu (27/2/2020). 

"Benar pak Bupati dan rombongan memang kunjungan kerja ke Spanyol sekitar 5 hari. Ini dalam rangka studi replikasi terkait rencana pengembangan stadion Kanjuruhan," ucap Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga ( Kadispora) Kabupaten Malang, Astalis Supriyanto, Kamis (27/2/2020).

Terkait akan melawat ke stadion Santiago Bernabeu, Atsalis, juga membenarkan rencana itu.

"Iya direncanakan akan melihat ke sana juga. Ini agar pengembangan Kanjuruhan benar-benar sesuai harapan kita semua," ujarnya yang melanjutkan dari Dispora yang mendampingi Sanusi adalah Abdul Harris, Sekretaris.

“Pak Harris yang kami tunjuk mendampingi pak Bupati. Sedangkan kami sendiri tetap berada di Malang untuk menjalankan tugas," imbuhnya.

Seperti diketahui, Stadion Kanjuruhan dibangun sejak tahun 1997 dengan biaya lebih dari 35 miliar. 

Memiliki kapasitasnya 40.000 tempat duduk, stadion Kanjuruhan telah menjadi ikon sekaligus markas Arema Indonesia.

Diresmikan secara langsung oleh Megawati Soekarnoputri, 9 Juni 2004, kondisi stadion Kanjuruhan yang telah hampir menginjak usia 16 tahun itu membutuhkan berbagai pembenahan fasilitas. 

Selain kondisi beberapa fasilitas stadion yang mengalami kerusakan dan mengakomodir kebutuhan laga Arema. 

Stadion Kanjuruhan pun sempat digadang-gadangkan sebagai calon venue Piala Dunia U-20 2021.

Berbagai faktor itulah yang membuat Pemkab Malang bergerak untuk melakukan berbagai pembenahan stadion. 

Bahkan, untuk persoalan anggaran yang diajukan dengan sumber APBD Provinsi Jatim sebesar Rp 120 juta, sudah dilakukan.

Bupati Malang Sanusi, bahkan waktu itu sempat menyampaikan ke media, 50 persen dana dari Pemprov Jatim untuk pengembangan stadion Kanjuruhan sudah masuk ke Pemkab Malang.

“Sudah ada Rp 60 miliar. Jadi kurang Rp 60 miliar lagi,” ujarnya.

Harris pun pernah menyampaikan, bahwa rencana pengembangan stadion Kanjuruhan telah matang. 

Sedangkan anggaran itu nantinya akan banyak dipakai untuk pembangunan kanopi di tribun ekonomi. 

Selain akan dibangun lebih dahulu pondisi di tribun.

Berbagai persiapan pengembangan stadion Kanjuruhan inilah yang ditindaklanjuti dengan studi replikasi ke negeri Matador yang memiliki tradisi sepakbola dan stadion mumpuni. 

Salah satunya adalah stadion Santiago Bernabeu.