Para anggota paguyupan klinik rawat inap dan rumah sakit se-Kabupaten Malang saat mengikuti sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan
Para anggota paguyupan klinik rawat inap dan rumah sakit se-Kabupaten Malang saat mengikuti sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan

MALANGTIMES - Jumlah peserta yang terdaftar dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di Kabupaten Malang, ditarget mencapai lebih dari 230 ribu peserta.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang, Cahyaning Indriasari, saat menghadiri agenda sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada anggota paguyupan klinik rawat inap dan rumah sakit se-Kabupaten Malang.

”Target kami di tahun 2020, ada 234 ribu pekerja yang terlayani oleh BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Cahyaning saat ditemui di sela agenda sosialisasi yang dilangsungkan di salah satu rumah makan di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (26/2/2020).

Guna merealisasikan hal itu, lanjut Cahyaning, pihaknya bakal aktif menjalin sosialisasi dan bekerjasama dengan seluruh klinik dan rumah sakit yang tersebar di Kabupaten Malang.

”Hingga saat ini sudah ada 22 klinik dan rumah sakit yang sudah mendaftarkan karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan,” jelas Cahyaning.

Pihaknya menjelaskan, bagi karyawan yang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, maka akan mendapatkan beragam fasilitas. 

Terutama jika terjadi hal yang tidak diinginkan, semisal mengalami kecelakaan kerja.

”Kecelakaan kerja ini tidak tercover oleh BPJS kesehatan, oleh karena itu kami berharap agar seluruh karyawan di klinik maupun rumah sakit segera mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, agar mendapatkan program jaminan kecelakaan kerja,” tuturnya.

Selain fokus mensosialisasikan kepada klinik dan rumah sakit untuk bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan. 

Para pekerja mandiri seperti petani hingga nelayan, juga diharapkan segera terdaftar agar bisa memiliki fasilitas program jaminan kecelakaan saat bekerja.

”Sementara ini masih 27 ribu pekerja mandiri yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Target kami, ada 45 ribu pekerja mandiri yang terdaftar di tahun 2020 ini,” ujar Cahyaning.

Ditemui disaat bersamaan, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo, mengaku siap mendukung program yang diusung oleh BPJS Ketenagakerjaan cabang Malang.

”Program BPJS ketenagakerjaan ini bisa mengikat tenaga kerja kita agar tidak resign. Selain itu tentunya juga bisa melindungi yang bersangkutan dan juga bisa menjaga institusi," tutup Arbani yang juga pernah menjabat sebagai Direktur RSUD Lawang ini.