Salah satu ASN bertanya kepada petugas saat menjajal sensus penduduk online di Balai Kota Among Tani. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Salah satu ASN bertanya kepada petugas saat menjajal sensus penduduk online di Balai Kota Among Tani. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sensus penduduk online tahun 2020 sedang berjalan saat ini, sayangnya belum semua daerah di Kota Batu bisa mengakses internet dengan lancar atau kawasan black spot. Seperti halnya di kawasan Kecamatan Bumiaji lantaran kawasannya lebih banyak terdapat perbukitan.

Tentunya ini menjadi permasalahan tersendiri Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu. Lantaran program Sensus penduduk online tahun 2020 di wilayah Kota Batu menjadi terkendala dan tidak bisa dilakukan seratus persen. Hingga saat ini kawasan yang belum maksimal jangkauan internet di sana ada 30 persen di Kecamatan Bumiaji. 

Khususnya di Desa Sumber Brantas, Desa Bulukerto, dan Desa Gunungsari. "Yang cukup susah dijangkau jaringan internet ini seperti di Desa Sumber Brantas, Dusun Brau di Desa Gunungsari, Dusun Rekesan di Desa Bulukerto,” kata Koordinator Statistik Kecamatan Bumiaji, Arief Adi Siswanto. 

Lalu solusi apa yang disiapkan demi menyukseskan Sensus penduduk online tahun 2020? Menurutnya dengan memfasilitasi warga yang rumahnya berada di daerah black spot.

"Kemudian menyiapkan dua mitra BPS sebagai petugas jaga yang selalu standby atau siaga di masing-masing desa," imbuhnya. 

Sementara, sensus penduduk 2020 dibagi menjadi dua periode. Periode pertama yakni sensus penduduk secara online. Dengan sistem ini, warga dapat mengisi data melalui website sensus.bps.go.id mulai 15 Februari-31 Maret 2020.

Sedangkan untuk periode kedua, tahap verifikasi dan pencacahan, pengecekan lapangan dan penyisiran yang dilakukan secara door to door oleh petugas sensus bekerja sama dengan pengurus lingkungan. Kegiatan itu berlangsung pada 1-31 Juli 2020.