Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Wisata halal masih digaungkan di Kota Malang. Perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata pun mulai banyak yang mendaftarkan diri untuk memperoleh sertifikat halal. Tahun ini, setidaknya ada 20 perusahaan yang dapat difasilitasi Pemerintah Kota Malang.

Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Malang, Yenny Mariati menyampaikan, Pemkot Malang hanya mampu memberi fasilitas kepada 20 perusahaan. Pasalnya, anggaran yang ditetapkan hanya mencukupi untuk 20 perusahaan saja.

Sehingga, perusahaan lain yang hendak memperoleh sertifikasi halal diharapkan untuk mau mengeluarkan anggaran secara mandiri. Sementara untuk pendampingan proses pemenuhan persyaratan akan tetap dibantu oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Malang.

"Biayanya bagi perusahaan tidak besar pasti, tergantung itemnya, antara Rp 2,5 Juta sampai Rp 5 Juta," katanya.

Sejauh ini, ada sekitar 12 perusahaan yang telah mengajukan untuk mengisi blanko. Sebagian besar merupakan hotel berbintang, dan dilanjutkan dengan rumah makan serta restoran. Seluruhnya pun ditargetkan memperoleh sertifikasi halal tahun ini.

Program wisata halal ini menurutnya menjadi salah datu upaya untuk menarik wisatawan dari Timur Tengah. Pasalnya, wisatawan yang berasal dari Timur Tengah memiliki kebiasaan berwisata secara berkelompok dan menghabiskan waktu di destinasi jauh lebih lama.

Dengan begitu, perputaran uang akan terjadi lebih signifikan. Selain tingkat hunian atau menginap dalam jangka lebih panjang, juga berimbas pada pusat oleh-oleh dan perbelanjaan di Kota Malang. Sehingga mampu menguntungkan UKM dan IKM di Kota Pendidikan ini.

Namun selama ini, kebanyakan wisatawan yang berasal dari Timur Tengah memilih Malaysia saat berwisata ke Asia. Hal itu dikarenakan Malaysia telah dikenal sebagai destinasi wisata halal bagi kebanyakan wisatawan yang telah berkunjung.