Heri Cahyono (kanan) calon Bupati Malang jalur independen saat mendaftarkan diri ke KPU Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Heri Cahyono (kanan) calon Bupati Malang jalur independen saat mendaftarkan diri ke KPU Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bermodalkan 133 ribu berkas dukungan dari KTP yang terkumpul, sebagai persyaratan bakal calon kontestan Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Kabupaten Malang, melalui jalur perseorangan, Pasangan Heri Cahyono dan Gunadi Handoko mengaku jika mereka tidak gentar meski harus berhadapan dengan petahana.

”Jadi gini Independen itu urat takutnya sudah putus, jadi mau datang dari laut, langit, udara dari manapun kita tidak pernah peduli. Kami urusi diri kami sendiri,” tegas Heri Cahyono.

Seperti yang sudah diberitakan, Rabu (19/2/2020) HM Sanusi yang saat ini menjabat sebagai Bupati Malang, mendapat rekomendasi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) untuk melenggang sebagai calon bupati malang periode 2020-2025.

Sosok petahana itu, diduetkan dengan Didik Gatot Subroto yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Malang, sebagai wakil calon Bupati Malang mendampingi Sanusi.

”Saya bersyukur dukungan dari masyarakat terhadap kami (calon pasangan independen) mengalir cukup deras. Namun, hanya 133 ribu berkas dukungan yang kami serahkan ke KPU (Komisi Pemilihan Umum),” terang Heri Cahyono.

Pria yang akrab disapa Sam HC ini, mengklaim memiliki basis pendukung yang mampu bersaing guna menghadapi petahana. Bahkan, pihaknya juga mengatakan jika sebagian dari pendukungnya sudah bersedia menyerahkan E-KTP (Kartu Tanda Penduduk Elektronik), serta membubuhkan nama dan tanda tangan sebagai bukti dukungan.

”Dari pendataan yang ada, terdapat 200 ribu KTP yang menyatakan dukungannya kepada kami. Itu belum termasuk pendukung lainnya, jadi kami memutuskan untuk maju melalui independen,” jelas Sam HC.

Sebanyak 200 ribu KTP yang terkumpul, lanjutnya, dilakukan hanya sebagai upaya untuk memenuhi persyaratan yang ditentukan KPU Kabupaten Malang. Yakni 6,5 persen dari jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap).

”Syaratnya kan minimal 129 ribu sekian, dan kami sudah menyerahkan 133 ribu sekian. Jadi sudah terpenuhi syarat pendaftarannya,” celetuknya.

Jika ternyata hasil verifikasi yang dilakukan KPU berbanding terbalik dengan ekspektasi. Sam HC mengaku sudah memiliki berbagai alternatif agar bisa lolos pada tahap pendaftaran sebagai calon Bupati Malang melalui jalur perseorangan.

”Ada 200 ribu KTP yang kami himpun, yang disetorkan hanya 133 ribu sekian. Jadi ada sekitar 66 ribu sekian yang kita siapkan untuk memenuhi persyaratan, dan insyaa allah jumlah itu mencukupi,” ujar Heri.