Salah satu iklan rokok di jalan Diponegoro, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Salah satu iklan rokok di jalan Diponegoro, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Meskipun iklan rokok memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukip besar di Kota Batu, demi mempertahankan predikat sebagai Kota Layak Anak (KLA) tingkat Madya rupanya Pemkot Batu tetap membatasi hadirnya iklan rokok.

Pembatasan iklan rokok itu dilakukan pada tahun 2020 di Kota Batu. 

“Iklan rokok yang di Kota Batu mulai tahun ini kita batasi,” ungkap Kepala Dinas Penanaman Perizinan dan Tenaga Kerja (DPMPTK) Kota Batu, Bambang Kuncoro.

Ia menambahkan seluruh iklan rokok mulai dari yang permanen hingga insidentil akan dibatasi secara menyeluruh. 

“Tetapi yang dibatasi adalah iklan rokok yang baru, mekipun iklan rokok ini yang paling besar di antara lainnya,” imbuhnya.

Hingga saat ini iklan rokok yang tersebar di Kota Batu ada sekitar 220 iklan. 

Lalu bagaimana dengan pengurangan iklan rokok yang sudah tersebar di Kota Batu?

Menurut Bambang pengurangan iklan rokok yang sudah tersebar, tidak bisa dilakukan dengan serta merta. 

Lantaran iklan rokok di Kota Batu merupakan salah satu pembayar pajak terbesar dibandingkan dengan yang iklan lainnya.

Sebelumnya iklan rokok  telah dibebankan sebesar 25 persen kembali ditambah 25 persen sejak tahun 2017 lalu. 

“Sehingga ini cukup sulit juga jika dikurangi mereka yang sudah iklan lama, karena takutnya PAD turun drastis,” ujar mantan kepala Dinas Sosial Kota Batu ini.

Karena itu pembatasan iklan rokok difokuskan pada pemasang baru. 

Bahkan sudah ada permintaan izin iklan di 97 titik, hanya saja masih belum bisa diputuskan.