Jembatan Dau yang ambrol kembali akan menggerus anggaran daerah dengan nilai kisaran Rp 500 juta (dok MalangTimes)
Jembatan Dau yang ambrol kembali akan menggerus anggaran daerah dengan nilai kisaran Rp 500 juta (dok MalangTimes)

MALANGTIMES - Peristiwa ambrolnya jembatan penghubung antar desa di Dusun Krajan, Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, yang masih berumur sekitar 2 bulan dari penyelesaian, akhir Januari 2020 membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang harus kembali merogoh anggaran terbilang besar.

Kebutuhan anggaran untuk membangun lagi jembatan Dau itu diperkirakan sekitar Rp 500 juta. Kondisi itu tentunya membuat 'pusing' Pemkab Malang. 

Pasalnya, untuk anggaran di tahun 2020 telah dikunci dalam APBD. Sehingga untuk membangun lagi jembatan yang ambrol secepatnya seperti yang diharapkan masyarakat sekitar, tentunya membutuhkan proses perubahan anggaran dan kegiatan (PAK).

Sedangkan, terkait kewajiban kontraktor pemenang tender jembatan Dau yaitu CV Wahyu Sarana, dengan nilai kontrak Rp 486.914.496,08 tak bisa dilakukan tuntutan dikarenakan Pemkab Malang secara tegas menyatakan, peristiwa itu murni disebabkan bencana alam.

"Itu bencana alam. Konstruksinya cukup bagus. Kalau tak ada bencana tak akan ambruk," ucap Bupati Malang Sanusi menyikapi persoalan yang sempat membuat DPRD dan Polres Malang melakukan penyelidikan.

Walau belum terkonfirmasi sampai saat ini hasil dari penyelidikan itu, pernyataan dari Pemkab Malang terkait faktor ambrolnya jembatan telah mengerucut adanya force majeure.

Sanusi menjelaskan juga, gundulnya hutan di atas wilayah Kecamatan Dau, mengakibatkan banjir bandang  yang membawa banyak material air dan pohon tumbang hingga menggerus pondasi jembatan dan membuatnya ambrol dengan tiga patahan aspal jembatan.

Disinggung pembangunan ulang jembatan yang menurut Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang Romdhoni bisa menghabiskan anggaran Rp 500 juta. Sanusi menyampaikan rencana anggaran itu akan lewat PAK.

"Karena tak mungkin bisa dilakukan tanpa masuk dalam APBD. Maka akan kami anggarkan lewat PAK nantinya," ujar pemilik rekom calon kepala daerah dari PDI Perjuangan ini.

Terpisah, pihak Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang sedang mempersiapkan desain jembatan yang menghubungkan Desa Selorejo dan Dau itu. Tentunya dengan penyesuaian dan kontur wilayah hingga bila jembatan itu dibangun lagi tak akan mengalami hal serupa bila banjir bandang kembali datang.

"Sedang kita persiapkan desain baru yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. Termasuk  karakter aliran air seperti saat banjir itu," ujar Romdhoni Kepala Dinas PU Bina Marga.

Untuk anggaran diperkirakan Rp 500 juta yang dimungkinkan seperti disampaikan Sanusi melalui PAK. 

"Anggaran yang dibutuhkan sebesar itu. Kalau ada evaluasi kegiatan yang bisa ditunda sementara bisa kita alihkan anggarannya ke sana. Kalau tak bisa alternatif lainnya yang diambil," urainya.

Sedangkan solusi sementara bagi masyarakat untuk tetap bisa beraktivitas adalah dengan membangun jembatan alternatif dari bambu.