Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Jadi Arena Pertempuran Oknum Suporter Bonek VS Aremania, Persawahan di Kota Blitar Rusak

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Heryanto

19 - Feb - 2020, 23:30

Placeholder
Persawahan di Kelurahan Bendo Kota Blitar yang rusak akibat ulah suporter sepak bola semifinal Piala Gubernur Jatim 2020.(Foto : Team BlitarTIMES)

MALANGTIMES - Sejumlah lahan persawahan di Kelurahan Bendo Kecamatan Kepanjenkidul rusak akibat 
aksi massa suporter bola. 

Pantauan di lapangan, persawahan yang ditanami padi dan sayuran porak-poranda.

Baca Juga : Viral Video Warga Beri Semangat kepada Pasien Positif Covid-19

Lahan persawahan itu diinjak-injak massa suporter yang mencari jalan tikus untuk mencoba merangsek masuk ke area Stadion Soepriadi.

Venue pertandingan semifinal piala Gubernur 2020 antara Persebaya VS Arema FC.

Batang bambu tempat sulur kacang panjang, banyak dicabut.  Massa suporter menjadikannya sebagai senjata mereka melawan kubu berbeda.

Persawahan hijau itu pun seketika berubah bak arena peperangan antara dua kubu suporter yang bertemu saat mencari jalur menuju Stadion Soepriadi.

Afandi salah satu petani pemilik sawah di Kelurahan Bendo mengaku, separuh tanaman padinya rusak. 

Banyak tanaman roboh, layu bahkan tercerabut dari tanah akibat diinjak-injak suporter bola.

"Yang rusak hampir separuh. Padahal ini baru saja saya tanam sebulan yang lalu. Kalau biasanya panen 14 kuintal, ini kalau tumbuhnya gak sempurna ya mungkin panen tinggal 7 kuintal. Kalau harga gabah Rp 400 ribu per kuintal, berarti kerugian saya sekitar Rp 2,8 juta," kata Afandi, Rabu (19/2/2020).

Sementara itu menurut Imam Nurul, petani yang ditugasi untuk mendata kerusakan sawah akibat ulah suporter  mengatakan, dia memegang data dua kelompok tani di Kelurahan Bendo yang jumlahnya sebanyak 48 orang. 

Dari angka itu, sebanyak 18 petani melaporkan kerusakan akibat terinjak-injak suporter bola.

Baca Juga : Mokong Keluyuran Malam Hari, Warga Jalani Rapid Test Covid-19 di Tempat

" Ini saya masih data sama sekalian membuktikan kerusakan itu. Karena tingkat kerusakannya ada yang ringan, sedang sampai parah. Sampai saat ini ada 18 petani yang lahannya dilaporkan rusa," ujar Imam.

Sementara Plt Wali Kota Blitar  Santoso mengatakan, sesuai amanat Sekretaris Daerah Jatim semua kerugian akan diganti.  

Pemkot Blitar melalui,  Bakesbangpol langsung mendata semua kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan para suporter.

Ada dua kecamatan dan enam kelurahan yang lahannya rusak. 

Di Kecamatan Kepanjenkidul ada Kelurahan Bendo, Sentul dan Kauman. 

Sedangkan di Kecamatan Sukorejo ada Kelurahan Tanjungsari, Pakunden dan Pengkol.

"Tadi saya sudah merapatkan semua pihak terkait. Yang jelas pemerintah Kota Blitar hanya ketempatan keseluruhan dari Provinsi. Kita ucapkan terimakasih, melalui Sekda Provinsi seluruh kerugian akan diinventarisir dan akan diganti," ujar Santoso.(*)


Topik

Peristiwa blitar berita-blitar Persawahan-di-Kota-Blitar-Rusak-jadi-arena-pertempuran-oknum-suporter-Bonek-vs-Aremania pertandingan-semifinal-piala-Gubernur-2020-Arema-vs-Persebaya Plt-Wali-Kota-Blitar--Santoso



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Heryanto