Petugas layanan Mandiri Syariah saat memeragakan pembukaan rekening online pada pengunjung (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Petugas layanan Mandiri Syariah saat memeragakan pembukaan rekening online pada pengunjung (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bank Syariah Mandiri Area Malang menargetkan kenaikan dana pihak ketiga (DPK) hingga 30 persen pada 2020 ini. Salah satunya, dengan menggaet pasar milenial untuk membuka akun rekening baru melalui aplikasi digital.

Area Manager Malang Mandiri Syariah Moh Endry Dzul Fikri mengungkapkan, pada 2020 ini pihaknya menargetkan pertumbuhan DPK senilai Rp 416 miliar. 

"Targetnya tumbuh sekitar 30 persen dari 2019. Kami optimis bisa, karena target tahun kemarin bisa terlampaui," sebutnya.

Langkah yang akan diambil untuk menggenjot angka DPK, di antaranya yakni dengan peningkatan jumlah nasabah. Hingga Desember 2019, Area Malang yang meliputi wilayah Malang Raya mempunyai lebih dari 331.661 nasabah.

"Total aset area Malang yang meliputi Malang Raya, Pacitan hingga Probolinggo sebesar Rp 2,072 triliun. Targetnya tahun ini di Malang sekitar 50 ribu rekening melalui online onboarding (OOB)," tutur Endry.

Pihaknya juga tengah mengenalkan fitur pembukaan rekening secara daring atau online untuk memudahkan nasabah. Selama empat hari, BSM membuka stan di Malang Town Square.

"Ini untuk menyosialisasikan aplikasi Mandiri Syariah Mobile (MSM) di handphone. Dengan mengakses MSM, saat ini masyarakat dapat membuka rekening dengan mudah, cepat, di mana saja dan kapan saja," terangnya.

Saat MalangTIMES mengunjungi lokasi stan, tampak petugas layanan Bank Mandiri Syariah tengah memeragakan pembukaan rekening tanpa harus ke bank. Proses verifikasi dilakukan melalui video call untuk mencocokkan data kependudukan. Calon nasabah juga tak perlu lagi repot-repot mengantre atau mengisi berlembar-lembar formulir.

"Kami memahami dan menghargai betapa berharganya waktu bagi setiap orang. Kami juga mengerti betapa tingginya ketergantungan masyarakat masa kini akan media digital khususnya handphone, terutama bagi anak muda, milenial atau bahkan Generasi Z," tambahnya.

Ada tiga tahapan yang dapat diikuti nasabah setelah men-download MSM di handphone, yaitu memilih jenis tabungan yang diinginkan (mudharabah atau wadiah), menginput data diri (e-KTP) dan melakukan verifikasi dengan video call.

"InsyaAllah prosesnya tidak lebih dari 10 menit dan langsung bisa transaksi baik transfer, penarikan tunai tanpa kartu ATM, top up e money, top up saldo Gopay, Ovo, Link Aja, dan lain-lain," tambah Endry.

Kaum milenial, lanjutnya, merupakan target market yang penting. "Segmen milenial nggak bisa lepas dari gadget. Kami menyasar mahasiswa, karena di Malang banyak. Milenial hingga Gen Z kan suka yang simpel. Potensi uangnya memang belum terlihat saat ini, tapi dia akan tumbuh ke depannya," terangnya.

Pihaknya juga terus berupaya meningkatkan jumlah transaksi electronic channel (ATM, mobile dan net banking) Mandiri Syariah Area Malang. Pada 2019 silam, jumlah transaksi yang tercatat mencapai lebih dari 1,8 juta transaksi. Angka itu naik 25 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.