Foto ilustrasi. (Shutterstock)
Foto ilustrasi. (Shutterstock)

MALANGTIMES - Penyebaran virus corona semakin meluas. Virus telah diidentifikasi di negara-negara selain China. Bahkan, virus tersebut telah terdeteksi di negara tetangga Singapura.

Menanggapi persebaran virus corona atau 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) tersebut, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr dr Meddy Setiawan SpPD menyarankan beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah virus ini.

Tindakan pencegahan yang disarankan oleh Meddy agar tidak terjangkit virus tersebut antara lain ialah mengenakan masker, etika batuk yang benar, mengkonsumsi antioksidan dan makanan bergizi seimbang.

"Stop rokok, mencuci tangan dengan menggunakan sabun antiseptik dan air mengalir, sementara menunda bepergian ke daerah yang insiden virus coronanya tinggi," lanjutnya.

Ia menyebut bahwa virus ini merupakan virus yang tergolong baru dalam dunia medis.

“Virus ini menyerang sistem pernapasan manusia. Mulai flu biasa sampai penyakit yang parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Corona virus novel (n-CoV) adalah jenis baru yang belum diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Corona virus adalah zoonosis, artinya ditularkan antara hewan dan manusia," paparnya.

Menurut Meddy yang juga merupakan spesialis penyakit dalam, beberapa virus corona yang dikenal beredar pada hewan yang belum menginfeksi manusia.

"Diimbau untuk masyarakat agar tetap memperhatikan makanan hewani yang dikonsumsi. Menghindari memakan hewan hidup-hidup agar virus tersebut tidak menyebar ke manusia," katanya.

Gejala awal yang terjadi ketika terpapar virus ini ialah flu dengan disertai panas badan, demam, dan sesak sehingga menyebabkan kegagalan pernafasan.

Virus yang masa inkubasinya cepat ini, kata Meddy, harus mendapatkan penanganan medis dengan sigap dan tanggap untuk meminimalkan angka kematian.

"Pengobatan yang khusus untuk virus 2019-nCoV ini belum ada, pengobatan yang kita berikan bersifat suportif sesuai dengan gejala yang ada. Sampai saat ini belum tersedia vaksin untuk 2019-nCoV," tandasnya.

Dilansir dari CNBC Indonesia, jumlah negara-negara yang terjangkit virus ini kini mencapai 21 negara. Terakhir dilaporkan Italia, India, dan Filipina menyampaikan kasus pertama mereka pada Kamis (30/1/2020).

Selain China, sebelumnya sejumlah negara sudah melaporkan kasus corona yakni: Jepang, Korsel, Taiwan, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Sri Langka, Nepal, Uni Emirat Arab, Australia, Kanada, AS, Jerman, Finlandia, dan Prancis.