Screen Shot status WhastApp salah satu korban pemalakan yang viral di media sosial (Foto: Istimewa)
Screen Shot status WhastApp salah satu korban pemalakan yang viral di media sosial (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Sekitar satu pekan belakangan ini, jajaran kepolisian dikerahkan untuk melakukan patroli sekala besar. Mulai dari unit Buser (Buru Sergap), anggota Polsek Lawang, Unit Intelkam, hingga Sabhara dilibatkan dalam patroli skala besar tersebut.

”Menindaklanjuti adanya informasi dari warga terkait adanya pemalakan, kami mengerahkan anggota kepolisian gabungan untuk melakukan patroli di beberapa lokasi sepi dan rawan aksi pemalakan,” kata Kapolsek Lawang, Kompol Hari Subagyo, Selasa (28/1/2020).

Intensifnya patroli yang dilakukan anggota kepolisian ini, berawal dari informasi yang didapat polisi dari kabar viral di media sosial (medsos). Adalah akun Facebook bernama Rendi Pangalila yang kali pertama mempostingnya ke jagat maya. ”Hati-hati terjadi korban lagi di makam islam ketindan, mohon pak polisi segera di ringkus,” tulisnya.

Dalam postingannya ke grub Facebook yang memiliki anggota mencapai 55 ribu akun tersebut, Rendi Pangalila juga sempat mengunggah gambar screen shot dari status WhatsApp yang mengaku telah menjadi korban pemalakan.

”Ati-ati lek lewat makam islam ketindan ges .... tibak no tenanan isu pemalakan iku .. aku mari kenek dewe 100 gess. Di todong (emoticon pisau) ... Timbang kilangan nyowo, angur kelangan duek. (Hati-hati kalau lewat makam islam ketindan, ternyata isu pemalakan itu benar adanya. Saya baru saja menjadi korban, dipalak Rp 100. Ditodong pisau. Daripada kehilangan nyawa, mending kehilangan uang),” begitu kurang lebih tulisan yang tertera dalam status WhatsApp dari korban pemalakan yang diketahui bernama Mariya tersebut.

Hingga berita ini ditulis, sudah ada lebih dari 800 tanggapan dari warganet. Bahkan postingan tersebut sudah dibagikan sebanyak 109 kali. Selain itu, pada kolom komentar terpantau sudah dijejali oleh 562 komentar warganet.

”Iyo jare rawan d kunu (iya katanya rawan pemalakan di situ),” tulis akun Thata Bihanda di kolom komentar. ”Yess iyes, wis terlaporkan, sampun reka kejadian (iya, sudah terlaporkan, sudah reka kejadian),” saut akun Anita Intan Aquanti.

Berdasarkan pendalaman kepolisian, lokasi pemalakan yang ramai dibahas di medsos tersebut terjadi di kawasan Makam Islam, Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

”Iya, hari Minggu (26/1/2020) ada informasi itu, tapi tidak ada laporan dari korban. Hanya informasi jika di lokasi tersebut marak terjadi pemalakan,” kata Kapolsek Lawang.

Meski tidak ada laporan, lanjut Hari, pihaknya tetap menginstruksikan kepada anggotanya untuk melakukan patroli di lokasi yang dianggap telah memakan satu korban pemalakan tersebut. Bahkan di berbagai titik yang dianggap sepi dan rawan terjadi pemalakan, juga menjadi sasaran utama giat patroli dari anggota kepolisian.

”Informasi sementara hanya ada 1 orang korban yang dimintai uang Rp 100 ribu. Kami masih menindaklanjuti adanya informasi pemalakan tersebut, terkait siapa pelakunya masih dalam penyelidikan,” tutup perwira polisi dengan pangkat satu melati di bahu ini.