Portal Rumah Belajar. (Foto istimewa)
Portal Rumah Belajar. (Foto istimewa)

MALANGTIMES - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) telah menyediakan portal Rumah Belajar. Rumah Belajar memiliki fitur-fitur yang berisi tentang konten-konten pembelajaran yang sangat berguna bagi siswa, guru, orang tua, maupun masyarakat.

Rumah Belajar hadir sebagai bentuk inovasi pembelajaran di era industri 4.0 yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) sederajat.

Dengan menggunakan Rumah Belajar, semua dapat belajar di mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja. Seluruh konten yang ada di Rumah Belajar dapat diakses dan dimanfaatkan secara gratis.

Kendati disediakan secara gratis, penggunaan portal Rumah Belajar oleh insan pendidikan masih 50 persen. Hal ini disampaikan oleh Dr Mansur Fauzi SE MSi selaku Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) Ahli Utama Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemdikbud. "Penggunaannya sudah hampir 50 persen lebih," ucap Mansur kepada MalangTIMES dalam kunjungan kerjanya ke Malang.

Mansur menjadi salah satu narasumber dalam Fasilitasi Pemanfaatan Rumah Belajar Menuju Digitalisasi Pendidikan di SMAN 8 Malang, Kamis (23/1/2020).

Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh guru untuk memanfaatkan portal tersebut. Sebab, untuk menggunakannya juga tidak dipungut biaya. "Rumbel (Rumah Belajar) gratis. Bisa dibuka oleh siswa, guru, orang tua, dan masyarakat tanpa harus bayar. Sementara ada tetangga kita yang harus bayar (milik swasta)," katanya.

Maka untuk menggencarkan pemanfaatan portal ini, pihaknya juga melakukan fasilitasi untuk mensosialisasikan Rumah Belajar kepada guru-guru di seluruh Indonesia. "Kita terus sosialisasi meskipun di daerah itu sangat terbatas fasilitas jaringan internetnya. Ada beberapa daerah yang dibantu oleh Pustekkom (Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi) sambungannya," ucapnya.

Sekarang ini, masyarakat tidak bisa menghindar dari IT. Semua aspek kehidupan sudah menggunakan IT. Terlebih dalam bidang pendidikan. Untuk itu, guru juga harus memiliki kemampuan IT agar tidak terlindas kemajuan zaman. Penggunaan IT yang baik, kata Mansur, akan sangat membantu peran guru di kelas.

"Sementara anak-anak tidak diajari (IT) generasi milenial ini larinya kencang sekali dalam penguasaan IT. Kalau gurunya tidak diimbangi dengan kemampuan IT yang memadai maka pembelajaran itu menjadi kurang menarik," paparnya.

Oleh karena itu, Pustekkom memberi pemahaman pentingnya dan perlunya penguasaan IT untuk pembelajaran. "Maka dari itu program Pustekkom itu melakukan fasilitasi, bimbingan teknis, sosialisasi masuk ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Bahkan sampai daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan tertinggal)," tegasnya

Sementara di Jawa Timur sendiri, respons akan portal Rumah Belajar terbilang luar biasa. Bahkan, Jawa Timur memiliki Duta Rumah Belajar. Duta Rumah Belajar adalah seorang guru yang terpilih dan terlatih dalam membuat konten-konten pembelajaran. Tugasnya melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah di wilayah Jawa Timur sebagai kepanjangan tangan Pustekkom. "Jawa Timur ini paling luar biasa. Tanggapan yang positif terhadap Rumbel (Rumah Belajar)," ungkapnya.

Pesan Mansur, guru-guru tidak seharusnya takut dengan penggunaan IT. "Mau tidak mau, suka tidak suka, guru harus menguasai IT. Kalau tidak dia akan tertinggal," tandasnya.