Rektor ITN Malang Dr Ir Kustamar MT. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Rektor ITN Malang Dr Ir Kustamar MT. (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Institut Teknologi Nasional Malang masih berupaya meningkatkan kualitas tenaga pendidik sesuai standar nasional. Jumlah profesor di perguruan tinggi swasta, idealnya adalah 3 persen dari jumlah dosen. Saat ini, terdapat 5 profesor di ITN dengan total dosen sekitar 200 orang. 

Untuk itu, ITN Malang menargetkan 3 profesor di tahun 2020 ini. "2020 minimal kita tambah tiga guru besar. Kemungkinan empat. Tapi Insya Allah 3 yang pasti," ucap Rektor ITN Malang Dr Ir Kustamar MT kepada MalangTIMES. Kustamar mengungkapkan, 3 profesor tersebut dari bidang elektro, sipil, dan manajemen. 

Upaya yang dilakukan ITN tidak hanya sekadar percepatan guru besar, melainkan juga lebih menyeluruh. Yakni dengan memfasilitasi peningkatan percepatan kenaikan jabatan fungsional akademis.

Kustamar menjelaskan, semua dosen di ITN Malang setiap tahun melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pendanaannya juga disokong dari lembaga.

"Kalau tidak mendapatkan hibah pendanaan dari Dikti kita biayai dari dana internal," imbuhnya.

Dana yang disediakan dari lembaga tersebut, menurut Kustamar mencapai lebih dari Rp 20 miliar per tahun.

"Kalau dana terkait dengan penelitian dan lain-lain bisa di atas Rp 20 miliar. Terserap semua itu 1 tahun," katanya.

Kedua, ITN Malang juga memberikan pendampingan untuk penulisan di jurnal ilmiah. Pendampingan tersebut berasal dari internal maupun dari luar.

"Sehingga luarannya kita pastikan mereka bisa tersalurkan pada jurnal yang berkualitas," imbuhnya.

Ketiga, dosen mendapatkan fasilitas gratis untuk pembiayaan penyusunan buku. Sehingga luarannya selain jurnal juga buku.

"Dan yang keempat kita buat tim untuk membantu menyusun dokumen-dokumennya. Sehingga mulai dari tenaga pengajar meningkat ke asisten ahli cepat, meningkatkan lektor cepat, ke lektor kepala cepat, berikutnya tentu ke guru besar," bebernya.

"Itu strategi kami untuk mempercepat banyaknya guru besar," tandas Kustamar.