Bantuan tangki air Perumda Tugu Tirta Kota Malang (Istimewa).
Bantuan tangki air Perumda Tugu Tirta Kota Malang (Istimewa).

MALANGTIMES - Atasi krisis air, PDAM Kota Malang atau kini berubah nama menjadi Perumda Tugu Tirta Kota Malang akan digelontor bantuan pemerintah pusat. Salah satunya adalah 100 tangki portabel yang rencananya didatangkan Kementerian PUPR dalam waktu dekat.

Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M. Nor Muhlas menyampaikan, belum lama ini ia melakukan koordinasi langsung dengan kementerian PUPR. Sebanyak 100 tangki portabel akan dipasang di seluruh wilayah terdampak atas insiden pecahnya jaringan pipa milik Perumda Tugu Tirta.

"Jangka pendek memang akan dipasang Terminal Air melalui tangki portabel tersebut. Karena pemasangan pipa transmisi ukuran yang lebih besar dapat dikerjakan selama satu bulan ke depan," katanya pada wartawan.

Selama beberapa hari terakhir, sudah ada 12 tangki portabel yang dipasang di wilayah terdampak. Diantaranya dipasang di kawasan perumahan BTU Kota Malang, Baran Wonokoyo, hingga kawasan Desaku Menanti atau kini dikenal sebagai Kampung Topeng. Masing-masing tangki portabel memiliki kapasitas hingga lima ribu liter.

Melalui pemasangan tangki portabel atau Terminal Air itu, diharapkan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi. Karena sebelumnya, hanya dua titik saja yang telah dipasang tangki portabel tersebut.

Lebih jauh Muhlas menjelaskan, selain 100 tangki portabel, Kementerian PUPR juga menggelontorkan sejumlah bantuan. Diantaranya 1 pompa kapasitas 10 liter per detik, dua pengeboran, hingga 25 mobil tangki. Selain itu, bantuan pipa transmisi yang juga diajukan kepada Kementerian PUPR ditargetkan untuk segera direalisasikan.

"Kami akan ajukan bahwa ini peristiwa yang sangat urgent, supaya pipa segera direalisasikan," papar dia.

Sederet upaya menurutnya akan terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih kepada para pelanggan Perumda Tugu Tirta. Beberapa upaya yang akan dilakukan dalam satu bulan ke depan seperti dropping air melalui tangki air, penyediaan terminal air, revitalisasi sumur pompa yang tidak aktif dan rekayasa jaringan air. Langkah tersebut diambil sembari menunggu penggantian pipa.

"Kami juga mencoba menyambung kembali pipa pecah dengan cara menambahkan asesoris pendukung. Tujuannya meminimalisir tekanan. Dengan harapan pipa tak lagi pecah dan bisa mengatasi krisis air hingga ke rumah pelanggan," imbuhnya.