Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Meski belum berlangsung secara berangsur-angsur, hujan sudah menyapa warga Kota Malang sejak awal Desember ini. Saat ini, intensitas hujan di Kota Pendidikan ini bahkan sudah mengalami peningkatan. Itu sebabnya, masyarakat diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.

Terutama pada daerah tempat tinggal di Daerah Aliran Sungai (DAS) dan tebing. Karena bukan tidak mungkin, bencana longsor akan terjadi kapanpun. Sehingga masyarakat juga harus meningkatkan kewaspadaan dan lebih memahami tata cara menyelamatkan diri saat bencana datang.

"Kewaspadaan harus terus ditingkatkan," kata Analis Bencana Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Mahfuzi.

Peningkatan kewaspadaan menurutnya penting ditingkatkan meskipun hujan yang turun hanya berupa gerimis. Karena tanah atau daratan yang sebelumnya kering selama kemarau akan rentan terjadi longsor saat terkena sedikit air saja. Hal itu mungkin terjadi lantaran adanya pori-pori tanah yang terbuka dan terkuras oleh hujan.

Lebih jauh dia menerangkan, pemahaman masyarakat terkait bencana yang mungkin terjadi di awal musim hujan masih minim. Terlihat dari masih banyaknya masyarakat yang memilih mendirikan bangunan di kawasan DAS atau tebing. Bahkan, saat hujan datang masih ada yang memilih untuk berteduh di bawah pohon yang rindang.

Padahal, menurutnya saat hujan datang terutama saat disertai angin kencang, pohon harus dihindari. Karena pohon tumbang merupakan kasus bencana yang sering terjadi saat musim hujan datang. Parkir di bawah pohon besar pun ia sarankan tak dilakukan saat musim hujan. Meskipun saat memarkirkan kendaraan tidak sedang dalam kondisi hujan.

"Tapi secara perlahan akan kami beri edukasi kepada masyarakat terkait kebencanan, salah satunya kami manfaatkan media sosial," jelas Mahfuzi.

Sementara itu, dalam catatan BPBD Kota Malang, hingga pertengahan Desember tercatat ada 10 kasus atau bencana yang melanda Kota Malang. Tujuh kasus diantaranya merupakan bencana hidrometeorologi. Diantaranya berupa banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.

Saat ini, BPBD telah memetakan kawasan atau titik rawan bencana di lima kecamatan Kota Malang. Masing-masing juga memiliki kesiapan ketangguhan bencana untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana. Titik-titik rawan pun diminimalisir dengan sederet persiapan yang dimiliki BPBD Kota Malang.