Tol Malang Pandaan (Dokumentasi MalangTIMES).
Tol Malang Pandaan (Dokumentasi MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pembangunan Seksi V Tol Malang-Pandaan (Mapan) di kawasan Madyopuro masih dalam tahap penyempurnaan. Alhasil, pembangunan yang ditargetkan rampung khir 2019 itu dipastikan molor. Pengoperasian hingga di seksi V pun diprediksi baru dirasakan pada Januari 2020 mendatang.

Direktur Teknik PT Jasa Marga Tol Pandaan-Malang, Siswantono menyampaikan, seksi V Tol Mapan tak dapat dilewati dalam libur panjang natal dan tahun baru. Meski pada dasarnya jalanan sudah dapat dilalui kendaraan, namun pihaknya tetap memilih untuk mengoperasikannya pada 2020 mendatang.

"Untuk libur nataru sama sekali belum bisa dilewati," katanya saat dihubungi, Kamis (19/12/2019).

Dia menyampaikan, seksi V Tol Mapan di Madyopuro itu kemungkinan bisa dilewati di akhir Januari 2020. Karena harus ada beberapa tahapan yang mesti dilalui sebelum akhirnya jalan dioperasikan.

Di antaranya adalah proses uji laik fungsi yang dilakukan tim dari Kementerian PUPR, Bina Marga, Balai 8, Kepolisian, hingga Dinas Perhubungan (Dishub). Kemudian akan dilakukan penilaian untuk memenuhi setiap kekurangan yang menjadi catatan. Kemudian harus dilakukan perbaikan maksimal selama dua minggu.

"Setelah itu baru keluar SK Laik Fungsi. Maksimal satu minggu setelah SK keluar, baru bisa dioperasikan. Tentunya nanti akan ada penggratisan seperti seksi lainnya," tambah Siswantono.

Lebih jauh dia menyampaikan, saat ini proses penggarapan seksi V Tol Mapan sudah melalui berbagai tahapan. Untuk jembatan sudah selesai dicor, dan jalanan juga telah diaspal. Namun masih membutuhkan penyempurnaan di berbagai sisi.

Dia menjelaskan, kawasan yang menjadi tanggungjawab Jasa Marga untuk dikerjakan adalah hingga bangunan yang dibebaskan. Nantinya akan ada pelebaran  jalan seluas sekitar 200 meter pada sisi pintu keluar dan masuknya kendaraan.

"Jadi ada pelebaran, kami menyebutnya taper jalan, masing-masing 200 meter. Agar pas belokan mau keluar itu bisa smooth seperti di exit-exit tol lain," terang dia.

Saat ini, rumah yang dibebaskan menurutnya dalam proses untuk dirobohkan. 

Sementara untuk tanah dan bangunan yang masih belum menghendaki untuk dibebaskan, menurutnya tengah diusahakan bersama Pengadilan Negeri (PN).

"Total ada empat bangunan yang belum setuju, tapi untuk yang posisinya di tengah-tengah ada satu bangunan," jelas dia.