Direktur Rumah Susun, Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR RI, M Hidayat saat menjelaskan rencana pembangunan rusun bagi masyarakat tidak mampu di Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Direktur Rumah Susun, Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR RI, M Hidayat saat menjelaskan rencana pembangunan rusun bagi masyarakat tidak mampu di Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bangunan Rumah Susun Sewa (rusunawa) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di kawasan block office Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Malang, Jalan Trunojoyo, Kecamatan Kepanjen resmi dioperasikan. Itu menyusul peresmian yang dilakukan oleh Direktur Rumah Susun, Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) RI (Republik Indonesia), M Hidayat, Rabu (11/12/2019) malam.

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Revitalisasi Pasar Bunulrejo Dibatalkan

Setelah menandatangani plakat peresmian Rusun yang berlokasi di kawasan block office Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Malang, Jalan Trunojoyo, Kecamatan Kepanjen, pria yang akrab disapa Hidayat ini, juga menyempatkan diri untuk meninjau beberapa ruangan Rusunawa yang bakal ditempati oleh ASN di Kabupaten Malang.

”Setelah dibangun Rusunawa ini ya harus dipelihara dengan baik, terkait pemeliharaannya tentunya harus kerja sama antara pengelola dengan penghuni Rusun. Harus saling koordinasi,” tegas Hidayat saat memberikan sambutan sembari mengaku sangat mengapresiasi lantaran agenda peresmian saat malam hari baru terjadi pertama kali, yakni di Kabupaten Malang.

Masih menurut Hidayat, para penghuni Rusun itu dituntut lebih mengutamakan rasa toleransi yang tinggi. Sebab hidup bersama didalam satu bangunan. Dimana tetangga yang harus dibina tidak hanya kanan dan kiri saja. Melainkan juga atas bawah.

”Jangan sampai berantem (ada permasalahan), kalau di rusun sangat sensitif. Satu saja ribut, yang lain akan ikut terpengaruh. Penghuni rusun itu ibarat keluarga besar, harus saling bantu dan toleransi,” ungkap Hidayat saat ditemui awak media di sela agenda peninjauan dan peresmian Rusunawa ASN.

Setelah melakukan peninjauan, Hidayat mengaku jika Rusunawa di Kabupaten Malang sudah sangat layak untuk dihuni. Selain menyediakan ruangan, di masing-masing rumah sudah dilengkapi dengan beragam perabotan rumah tangga.

”Para calon penghuni tinggal masuk, tidak perlu repot beli kasur, kursi, dan lain-lain. Sebab furniturenya (perabotan rumah tangga) sudah lengkap,” puji Hidayat.

Namun demikian, pria yang identik mengenakan kaca mata ini mengimbau agar menjaga segala fasilitas yang tersedia. ”Disini (Rusunawa ASN) ada ruang privat (pribadi), ada ruang bersama, ada benda bersama. Misal untuk barang dan fasilitas bersama, ya harus dirawat dan digunakan bersama-sama. Jangan egois, harus memperhatikan kepentingan penghuni lainnya,” sambungnya.

Baca Juga : Jamin Nasib Tenaga Kerja, Disnaker-PMTSP Kota Malang Ajukan Skema Jaring Sosial

Terlepas dari aspek tersebut, Hidayat mengimbau agar pihak pengelola aktif melakukan sosialisasi kepada penghuni Rusunawa. Harapannya agar usia bangunan bisa bertahan hingga waktu yang lama. ”Terkait pengelolaannya kami serahkan sepenuhnya kepada Pemda (Pemerintah Daerah Kabupaten Malang). Diharapkan dapat dikelola dengan baik,” imbuhnya.

Meski pengelolaannya diserahkan sepenuhnya ke pemerintah Kabupaten Malang, namun Hidayat mewanti-wanti agar biaya sewa Rusun dibuat murah (terjangkau). ”Dengan dibangunnya Rusunawa, kinerja para ASN juga harus meningkat. Soalnya biaya sewa sudah murah dan tidak perlu keluar uang transport karena lokasi Rusun dan kantor dekat,” celetuknya.

Dibangunnya Rusunawa bagi ASN yang baru pertama kali ada di Malang Raya ini, bukan menjadi program Kementrian PUPR yang terakhir. Sebab dalam kurun waktu dekat ini pemerintah pusat merencanakan bakal kembali membangun Rusun di Kabupaten Malang.

”Iya, rencananya akan membangun Rusun bagi masyarakat umum. Tujuannya membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah,” terang Hidayat.

Lebih lanjut, pihaknya mengaku masih belum bisa memastikan lokasi mana yang bakal dijadikan tempat pendirian Rusun. Rencananya, pada tahun depan bakal mulai ditentukan dimana pembangunan rusun bagi masyarakat tidak mampu itu dibangun. ”Tiap tahun kan ada usulan, nanti akan diseleksi,” tutup Hidayat.