Kapolres (tengah, berseragam) berfoto dengan pimpinan Jasa Raharaj dan direktur RS Tulungagung (foto : Joko Pramono/Jatim Times)
Kapolres (tengah, berseragam) berfoto dengan pimpinan Jasa Raharaj dan direktur RS Tulungagung (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

MALANGTIMES - Untuk memudahkan masyarakat mendapatkan klaim asuransi saat kecelakaan, Polres Tulungagung meluncurkan aplikasi TACS (Tulungagung Accident Claiming System). Asuransi yang dimaksud adalah Jasa Raharja (JR) dan BPJS Kesehatan.

Dalam aplikasi ini, saat seorang mengalami kecelakaan dan membutuhkan perawatan, pasien tidak usah memikirkan biaya berobatnya. Sistem akan langsung mendaftarkan pasien ke jaminan kesehatan JR atau BPJS untuk biaya perawatan, setelah mendapat laporan dari Command Center Polres Tulungagung untuk menerbitkan Laporan Polisi kecelakaan.

Baca Juga : Napi yang Bebas Kembali Berulah, Yasonna Laoly Ambil Tindakan Tegas Ini

Kapolres Tulungagung, AKBP E.G Pandia mengungkapkan, tujuan aplikasi ini adalah untuk memangkas birokrasi. Klaim perawatan jaminan kesehatan bisa saat itu juga didaftarkan tanpa menunggu 1 atau 2 hari lagi. Sehingga, pasien tidak perlu memikirkan biaya perawatan sesuai dengan plafon jaminannya.

“Pihak rumah sakit enggak usah bingung nanti siapa penjaminnya, langsung dijamin JR,” ujar Kapolres Tulungagung, AKBP E.G Pandia, Jum’at (6/12/19).

Jika dalam pengajuan ke JR gagal, misalkan korban kecelakaan belum membayar pajak bermotor, maka secara otomatis akan dialihkan ke BPJS Kesehatan

Dalam hal ini Polres Tulungagung menggandeng beberapa rumah sakit, termasuk RSUD dr. Iskak dan RS swasta lainya.

Untu saat ini, aplikasi TACS baru diterapkan di Tulungagung. Ke depannya, Kapolres berharap aplikasi ini bisa diadopsi oleh pusat.

Sementara itu, Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung, Supriyanto mengaku pihaknya sudah siap dengan TACS ini. Pihaknya tidak pernah mempermasalahkan status korban. Supriyanto menyebut, bagi rumah sakit, yang terpenting adalah keselamatan pasien.

Saat disinggung jika pasien tidak mempunyai jaminan kesehatan, Supriyanto dengan tegas pihaknya akan menanggungnya.

“Punya identitas atau tidak itu tidak penting, yang penting pasien segera ditangani,” terang Supriyanto.

Baca Juga : Edarkan Sabu di Tengah Pandemi Covid-19, Pengedar Asal Malang Dicokok Polisi Blitar

Dirinya berharap agar pihak RS swasta segera bergabung dengan layanan baru ini, agar masyarakat ada kepastian.

“Ditolong saja dulu, kalau enggak punya anggaran, mr. X misalnya, ditangani aja dulu nanti yang nanggung pemerintah,” katanya lebih lanjut.

Sementara itu, Kepala Jasa Raharja Tingkat I Tulungagung, Purwono menyambut baik peluncuran aplikasi ini. Dengan aplikasi ini, pihaknya bisa langsung mengonfirmasi apakah korban memang benar korban kecelakaan lalu lintas atau bukan.

“Sehingga kami bisa langsung memberikan surat jaminan secara langsung lewat aplikasi,” ujar Purwono.

Namun dalam kasus-kasus tertentu korban kecelakaan lintas tidak bisa ditanggung oleg JR. Misalnya, korban bunuh diri, pengendara yang mabuk dan sedang melakukan aksi kejahatan.