Petugas PMK Kabupaten Malang saat berupaya memadamkan kebakaran yang terjadi di sebuah rumah milik salah satu warga Kecamatan Sumberpucung (Foto : PPBK Kabupaten Malang for MalangTIMES)
Petugas PMK Kabupaten Malang saat berupaya memadamkan kebakaran yang terjadi di sebuah rumah milik salah satu warga Kecamatan Sumberpucung (Foto : PPBK Kabupaten Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Peristiwa kebakaran terjadi di sebuah rumah yang berlokasi di Dusun Ngrancah, Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jumat (6/12/2019) dini hari. Adalah rumah milik Sakri, 67, yang ludes terbakar setelah dilahap api selama lebih dari satu jam.

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

”Kasusnya masih didalami petugas kepolisian, informasinya kebakaran dipicu karena adanya korsleting listrik,” kata Kepala Seksi PPBK (Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran) Kabupaten Malang, Agus Suyanto.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MalangTIMES, insiden kebakaran terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Ketika pertama kali diketahui, api sudah menjalar ke seluruh ruangan rumah korban.

Khawatir jika api bakal merembet, kejadian ini akhirnya dilaporkan ke Polsek Sumberpucung, sebelum akhirnya dilanjutkan ke PMK Kabupaten Malang. ”Sesaat setelah mendapat laporan, tiga unit mobil pemadam kebakaran langsung kami kerahkan ke lokasi kejadian,” terang Agus.

Setibanya di lokasi, petugas gabungan dari kepolisian, PMK Kabupaten Malang, dan dibantu warga sekitar bahu-membahu memadamkan kebakaran. ”Api baru bisa dipadamkan sekitar 1,5 jam pasca insiden kebakaran terjadi,” ungkap Agus.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

Meski tidak sampai merembet ke bangunan sekitar, namun rumah milik Sakri yang memiliki luas sekitar 60 meter persegi itu ludes terbakar. Hingga kini, pihak kepolisian yang menangani kasusnya menduga jika kerugian yang dialami pria 67 tahun itu, mencapai puluhan juta.

”Tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp 40 juta,” tutup Agus saat dikonfirmasi MalangTIMES.