Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra Zubaidah MM (hijab hijau). (Foto: Humas)
Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra Zubaidah MM (hijab hijau). (Foto: Humas)

MALANGTIMES - Pendayagunaan TIK (teknologi informasi dan komunikasi) saat ini menjadi salah satu program kerja pemerintah dalam mewujudkan pelayanan yang transparan, akuntabel, efisien, efektif, dan tepat. Tidak terkecuali di bidang pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra Zubaidah MM mengimbau kepada sekolah agar memaksimalkan pendayagunaan TIK untuk memublikasikan kegiatan sekolah.

"Kegiatan yang dilaksanakan satuan pendidikan seharusnya dipublikasikan dengan luas melalui berbagai media atau sarana teknologi, informasi, dan komunikasi," ucapnya dalam acara open house SD Islam Terpadu (SDIT) Ahmad Yani belum lama ini.

Dengan publikasi, lanjut Zubaidah, masyarakat luas akan tahu berbagai kegiatan sekolah. Selain itu, TIK membawa manfaat bagi satuan pendidikan yang lain untuk mengadaptasi, mengimplementasikan dengan dimodifikasi sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.

"Berbagai kegiatan diselenggarakan guna memotivasi peningkatan pendayagunaan TIK, baik pada skala lokal maupun nasional. Penguasaan teknologi tidak terkecuali oleh insan pendidikan saat ini menjadi sebuah keharusan. Terlebih lagi memasuki era revolusi industri 4.0," tuturnya.

Sementara itu, Kepala SDIT Ahmad Yani Mutini menyampaikan terima kasih atas kedatangan Zubaidah. Ia mengungkapkan, dirinya senantiasa memberikan penekanan kepada jajaran SDIT Ahmad Yani bahwa nilai akademis memang penting, namun bukan yang terpenting. "Yang terpenting adalah pembentukan dan pembangunan fondasi akhlak serta karakter religius, nasionalis, mandiri, gotong royong serta kejujuran," ucapnya.

Lebih lanjut  Mutini menambahkan bahwa jenjang SD merupakan pendidikan terlama yang harus ditempuh. Sehingga perlu adanya program kerja, pembiasaan, dan juga inovasi yang didukung oleh SDM yang inovatif dan kreatif agar peserta didik yang berkarakter benar-benar dapat diwujudkan.

"Manakala pembangunan fondasi karakter di SD dibangun dengan baik, maka kukuh pula bangunan yang karakter bagi peserta didik. Anak tidak takut karena diawasi guru atau CCTV, tetapi mereka takut berbuat dosa, bertindak tidak benar karena mereka senantiasa diawasi oleh Tuhan," tukasnya.