Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono menegaskan terkait pentingnya jiwa dan karakter pemimpin jadi seorang Kades (Nana)
Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono menegaskan terkait pentingnya jiwa dan karakter pemimpin jadi seorang Kades (Nana)

MALANGTIMES - Sejumlah 378 kepala desa (Kades) se-Kabupaten Malang mendapatkan pendidikan dan pelatihan (Diklat) kepemimpinan di Dodikjur Rindam V/Brawijaya, Malang.

Diklat kepemimpinan untuk para kades itu digelar selama sepekan ke depan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Dalam upaya terus meningkatkan dan menguatkan kompetensi serta kepemimpinan para kades yang setiap tahunnya berhadapan langsung dengan berbagai persoalan masyarakat.

Dimana, persoalan-persoalan keseharian masyarakat ini pun semakin komplek untuk ditangani Kades, sejak pemerintah menggelontorkan anggaran dana desa sejak tahun 2015 sampai saat ini. Anggaran yang satu sisi memberikan berkah bagi masyarakat desa dalam membangun desanya. Sisi lainnya mengintip berbagai 'jebakan' yang bisa membuat kades terjerumus hukum.

Berbagai persoalan itulah yang membuat Pemkab Malang pun terus melakukan berbagai kegiatan untuk menguatkan keberadaan kades. Bukan hanya sekedar sebagai 'pelaku' saja, tapi lebih dituntut sebagai seorang pemimpin yang visioner dan utuh dalam menyelesaikan berbagai persoalan di wilayahnya.

Hal inilah yang disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Didik Budi Muljono, dalam sambutan pembukaan Diklat Kepemimpinan 378 kades.

"Desa semakin membutuhkan kades yang pemimpin dalam menjalankan roda pemerintahan desanya. Pemimpin yang mampu merancang masa depan desanya ke arah yang lebih baik.

Pemimpin yang memiliki kemampuan dan kompetensi yang dibutuhkan dengan tantangan saat ini," ucap Didik Budi, Selasa (19/11/2019) kepada MalangTimes.

Untuk menjadi pemimpin itu sendiri, tentunya diperlukan keterampilan-keterampilan serta karakter yang harus terus digali dan diasah. Maka, lanjut eks Inspektur Kabupaten Malang ini, lewat Diklat kepemimpinan ini pula diharapkan karakter pemimpin akan semakin menguat.

"Kades itu para individu pilihan dan terpilih di desanya. Jadi, karakter-karakter pemimpinnya sudah ada, tinggal bagaimana untuk terus dikuatkan. Karena hal pokok jadi kades itu adalah jiwa dan karakter kepemimpinan," urai Didik Budi.

Maka, diklat bagi 378 kades ini pun lebih pada bagaimana jiwa dan karakter kepemimpinan orang nomor satu di tingkat desa ini semakin matang dan kuat. Sehingga mampu menjalankan berbagai pembangunan dengan baik dan benar sesuai aturan yang berlaku.

Di posisi itu pula, lanjut Didik Budi, kades pun perlu memiliki pengetahuan praktis terkait berbagai hal yang menjadi tugasnya. Caranya adalah dengan terus belajar dan menyesuaikan dirinya di era saat ini.

"Tuntutan kepada Kades terus meninggi, baik dari masyarakatnya maupun dari pemerintahan di atasnya. Karena itulah kades juga harus pintar di bidang tugasnya. Serta tentunya memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat sebagai hal utama seorang kades," tandasnya.