Dari kanan: Ketum PBSI Jawa Timur Oei Wijanarko Adi Mulya, Wali Kota Malang Drs. Sutiaji, perwakilan KONI Kota Malang membuka secara simbolis Kejurkot Bulutangkis 2019 di GOR Djagung (Hendra Saputra)
Dari kanan: Ketum PBSI Jawa Timur Oei Wijanarko Adi Mulya, Wali Kota Malang Drs. Sutiaji, perwakilan KONI Kota Malang membuka secara simbolis Kejurkot Bulutangkis 2019 di GOR Djagung (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Kejuaraan Kota (Kejurkot) 2019 yang diselenggarakan PBSI Kota Malang resmi dibuka oleh Walikota Drs. Sutiaji dan Ketua Umum PBSI Jawa Timur Oei Wijanarko Adi Mulya dan Ketua Umum PBSI Kota Malang Herry Mursid di GOR Djagung Selasa (19/11/2019).

Kalender tahunan yang selalu digelar oleh PBSI Kota Malang sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pembinaan atlet bulutangkis di 'Bhumi Arema' digelar sangat meriah. Pembukaan diawali dengan sesi kuis untuk para peserta Kejurkot mulai dari menyebutkan nama atlet nasional hingga nama Walikota Malang.

Wali Kota Malang Drs. Sutiaji saat dijumpai usai pembukaan mengatakan bahwa berkaitan dengan munculnya atlet bulutangkis memang membutuhkan proses panjang dan salah satunya yakni dengan adanya Kejurkot kali ini.

"Hari ini saya kira pijakan pertama melihat bibit-bibit kita yang unggul, dari sini nanti kita lihat talent yang bagus. Dan nantinya ada pembinaan tidak disini saja nanti harus ada tindaklanjut. Jadi kita harus terus melihat yang berbakat dan kita arahkan, dan juga kami berikan apresiasi kepada PBSI Kota Malang, yang telah menghantar banyak para atlet yang sekarang," ujar Walikota Malang yang juga gemar bermain bulutangkis ini.

Dari Kejurkot ini juga, Sutiaji berharap muncul bibit baru yang akan menggantikan seniornya untuk regenerasi atlet. Dan ia meminta PBSI Kota Malang terus mengawal jenjang atlet, karena menurutnya akan sangat sulit jika tidak ada pendampingan dengan ketatnya persaingan.

"Yang saya harapkan dari sini nanti muncul bibit-bibit baru yang akan menjawab. Johan Wahyudi baru, semoga bisa menurunkan ke anak-anak yang turun pada ajang ini," harap Sutiaji.

Sementara itu, Ketua Umum PBSI Kota Malang Herry Mursid mengaku bahwa event Kejurkot ini sebagai penutup kegiatan tahunan setelah sempat menggelar event internasional. "Kejurkot ini tujuannya memang untuk anak didik atlet-atlet masa depan kita. Harapannya supaya dengan kompetisi Kejurkot ini, mereka semakin lebih banyak jam terbang dan kita bisa melihat calon-calon bibit yang berpotensi di masa depan," ungkapnya.

Selain digelar untuk bibit-bibit muda, Kejurkot ini juga digelar untuk masyarakat Umum dimana beberapa kategori diturunkan, seperti dewasa, veteran hingga antar instansi. "Ya animo kejuaraannya semakin meriah, karena dengan meriahnya kejuaraan saya berharap peserta-peserta kejuaraan semakin bersemangat," katanya.

Di sisi lain, Ketua Umum PBSI Jawa Timur Oei Wijanarko Adi Mulya mengatakan bahwa kejuaraan kota sangat penting, salah satunya adalah mencari aset-aset pebulu tangkis Kota Malang. "Kita juga tahu bahwa Malang sudah setengah berhasil dalam hal penyelenggaraan turnamen, semakin tahun semakin banyak turnamen nasional bisa ditarik ke sini, ini wujud nyata bahwa Kota Malang bisa berjalan dengan baik. Tinggal bagaimana bisa memaksimalkan atlet-atletnya untuk lebih berprestasi menjadi pilar Jawa Timur di tingkat nasional dan tingkat dunia," ungkap Oei Wijanarko Adi Mulya.