Kepala DPUPR Kota Malang, Hadi Santoso (Doc MalangTIMES)
Kepala DPUPR Kota Malang, Hadi Santoso (Doc MalangTIMES)

MALANGTIMES - Jika tak segera tertangani, Jembatan Muharto memang cukup mengkhawatirkan.

Pasalnya, selain ada retakan akibat korosi besi penopang jembatan, kondisi tersebut diperparah dengan banyaknya pelanggar larangan melintas meski telah terpasang sejumlah imbauan, termasuk palang jembatan.

Meskipun diketahui telah beberapa kali tertabrak, Pemkot Malang, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang belum bisa berbuat banyak. 

Pasalnya, kembali lagi pada masalah anggaran yang menurut ketentuan tak bisa serta merta dialokasikan untuk program yang belum masuk tahapan penganggaran di APBD.  

Jika tetap memaksakan konsekuensinya justru akan muncul permasalahan baru.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang Ir. Hadi Santoso menjelaskan Jembatan Muharto merupakan kebutuhan bagi masyarakat. 

Sehingga nantinya Jembatan tersebut tetap harus diperbaiki.

" Pemkot Malang melalui DPUPR Kota Malang akan memperbaiki Jembatan Muharto minggu depan dan akan kami lakukan dalam waktu satu bulan ke depan," paparnya.

Untuk itu, melihat kondisi mendesak untuk segera ada perbaikan Pemkot akan memanfaatkan Biaya Tidak Terduga (BTT).

"Anggaran yang kami pakai melalui BTT sebesar Rp 1,5 Miliar. Anggaran ini dari dana insidentil, dan tidak akan mengganggu anggaran pada tahun 2020 nanti," terangnya.

Untuk pengerjaan, lama waktu yang dibutuhkan sekitar satu bulan. 

Namun, nantinya pekerjaan akan lebih banyak dilakukan pada malam hari agar tak menganggu aktivitas warga. 

Selain itu, dalam penyelesaian perbaikan jembatan tak menutup kemungkinan akan terjadi penutupan total.

"Ya paling tidak mengingkatkan warga yang melintas dengan membawa kendaraan dengan tonase di atas 3 ton untuk tidak melintas di Jembatan Muharto dulu selama proses perbaikan. Kami juga minta maaf selama kegiatan mengganggu warga sekitar dan yang melintas," pungkas Soni sapaan akrab Kepala DPUPR tersebut.