Dampak angin kencang wortel rusak di Desa Sumber Brantas. (Foto: istimewa)
Dampak angin kencang wortel rusak di Desa Sumber Brantas. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Selama bulan Oktober 2019, Kota Batu diguncang bencana sebanyak 30 kejadian. Dari 30 kejadian terbanyak dari bencana kebakaran hutan dan lahan yang tersebar di tiga kecamatan Kota Batu. 

Rinciannya kebakaran rumah ada 5 kejadian. Yang berada di Desa Mojorejo ada dua kejadian, Desa Tulungrejo, Desa Bumiaji, dan Pasar Besar Kota Batu.

“Rata-rata penyebab kebakaran rumah ini karena korsleting listrik,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Achmad Choirur Rochim.

Selain bencana kebakaran, juga terjadi bencana angin kencang. Dalam satu bulan itu bencana angin kencang ada 11 kejadian.

11 kejadian itu di antaranya karena pohon tumbang dan sebagian atap rumah berterbangan. Di beberapa titik, di antaranya Kelurahan Sisir, Desa Pendem, Desa Torongrejo.

Lalu ada di kelurahan Temas, Desa Sumber Brantas, Kelurahan Ngaglik, Desa Pandanrejo, dan Desa Giripurno. “Selama kejadian itu tidak menelan korban, hanya kerugian materiil,” imbuhnya.

 

Hanya saja saat angin kencang terparah itu melanda di Desa Sumber Brantas, Desa Tulungrejo, Desa Sumbergondo, dan Desa Gunungsari yang melunpuhkan desa tersebut karena tertutup dengan debu.

Kerusakan yang terjadi antara lain musala, gereja, pura, sekolah, puskesmas, balai desa, rumah 445 unit, jaringan telekomunikasi, jaringan listrik, aliran air, dan lahan pertanian seluas 308 hektare. Warga pun harus mengungsi di posko pengungsian yang disediakan oleh Pemkot Batu. 

Lalu, juga terjadi kebakaran hutan dan lahan sebanyak 14 kali di beberapa titik. Antara lain di hutan petak 9b Desa Gunungsari, Gunung Wukir Desa Torongrejo, petak 82b Kelurahan Songgokerto, kelurahan Temas, Desa Tulungrejo, Desa Oro-Oro Ombo, petak 219b Desa Tlekung, Desa Tulungrejo, Desa Bulukerto, Desa Beji, petak 219D Desa Oro-Oro Ombo, Desa Sumber Brantas, dan sebagainya. 

“Kebakaran hutan dan lahan ini terjadi ada yang disengaja karena membuka lahan, dan karena angin kencang sementara kondisi lahan kering,” tutup Rochim.