Salah seorang tersangka kasus penganiayaan dan pengeroyokan (baju oranye) saat sesi rilis berlangsung (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Salah seorang tersangka kasus penganiayaan dan pengeroyokan (baju oranye) saat sesi rilis berlangsung (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Setelah video terkait aksi penggeroyokan sempat viral melalui pesan berantai WhatsApp (WA), jajaran kepolisian Satreskrim Polres Malang akhirnya berhasil meringkus dua orang tersangkanya.

Kedua pelaku yang melancarkan aksi pengeroyokan di wilayah Kecamatan Wajak ini, bernama Ibnu N (25), warga Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, serta MI (16), warga Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri.

”Kedua tersangka ini berhasil diringkus petugas saat yang bersangkutan sedang berada di kediaman mereka masing-masing,” kata Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, saat ditemui awak media ketika agenda rilis berlangsung, Senin (18/11/2019) sore.

Berdasarkan laporan kepolisian, aksi pengeroyokan kedua tersangka dan beberapa temannya ini terjadi pada 10 November 2019 sore. Tepatnya di kawasan Jalan Raya Desa Codo, Kacamatan Wajak. Sedangkan korban dari aksi pengeroyokan tersebut, bernama Rizal Bhakti (20), warga Kecamatan Bantar Kawung, Kabupaten Brebes.

”Akibat kejadian ini korban mengalami luka parah di bagian kepala, pelipis, mata, serta luka memar disekujur wajahnya,” terang anggota polisi yang akrab disapa Andaru ini.

Ceritanya, sore sekitar pukul 15.30 WIB korban  bersama dengan beberapa temannya sedang perjalanan pulang menunju Lumajang, usai menghadiri agenda Jambore Vespa yang diselenggarakan di Hutan Pinus Wajak. Ketika itu rombongan menempuh perjalanan dengan menumpangi bak pickup.

Setibanya di lokasi kejadian, korban melihat segerombolan orang tak dikenal yang diduga sedang merusak sepeda motor vespa. Mengetahui hal itu, korban dan rombongannya berhenti dan menghampiri ke arah sekelompok orang tersebut.

Namun, baru saja turun dari pick up, salah seorang pria nampak mengacungkan senjata tajam ke arah korban dan temannya. Merasa terancam, segerombolan pria pencinta vespa itupun kabur menyelamatkan diri.

Mengetahui hal itu, pelaku yang diduga berinisial TP tersebut, justru mengejar korban dan kawanannya. Hingga akhirnya, pria berusia kepala 2 itupun terjatuh usai dipukul oleh tersangka Ibnu. Sedangkan pelaku lainnya, yang mengetahui korban terkapar tak berdaya turut menghajar korban dengan cara memukul dan menendangnya. Bahkan sebagian pelaku lainnya, juga menganiaya korban dengan cara memukul menggunakan kunci roda mobil dan helm.

Aksi pengeroyokan baru berakhir, setelah beberapa warga melerai kedua belah pihak. Merasa tidak terima, kejadian ini akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian.

”Kasusnya masih kita kembangkan, pelaku pengeroyokan ini lebih dari 2 orang. Tim sudah dikerahkan untuk memburu beberapa pelaku lainnya,” ujar Andaru yang juga pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Gresik ini.

”Terhadap kedua tersangka, kami jerat dengan pasal 351 KUHP serta pasal 170 KUHP, tentang tindak pidana penganiayaan dan pengroyokan. Ancamannya kurungan penjara diatas 5 tahun,” tutup perwira polisi dengan pangkat tiga balok di bahu ini.