Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung saat memberikan penghargaan lomba Vlog kepada para pelajar yang keluar sebagai pemenang (Polres Malang for MalangTimes)
Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung saat memberikan penghargaan lomba Vlog kepada para pelajar yang keluar sebagai pemenang (Polres Malang for MalangTimes)

MALANGTIMES - Banyak cara menanamkan nasionalisme pada generasi muda saat ini. Tak hanya berkutat dengan cara konvensional, misalnya berupa seminar dan kegiatan di dalam ruangan atau kelas saja, tapi juga melalui berbagai perlombaan, seperti nge-Vlog yang kini  terbilang trend di kalangan pelajar.

Hal ini pula yang disikapi dengan baik oleh Polres Malang yang menggelar lomba Vlog melalui medsos Instagram dengan tema yang kini juga ramai diperbincangkan dalam masyarakat. Yakni, terkait anarkisme dan radikalisme yang menjadikannya sebagai prioritas pemerintah untuk membendungnya.

Baca Juga : Pasien Positif Covid-19 Meningkat, Polres Malang Ancam Warga yang Tolak Pemakamannya

Menggandeng para pelajar, baik tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan atas (SMA/SMK), gelaran lomba berjalan dengan sukses. Serta mendapatkan apresiasi khusus pula dari Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.

"Kita tentunya mengapresiasi lomba Vlog dengan peserta pelajar di Kabupaten Malang. Apalagi dengan tema yang sangat penting dalam menumbuhkan semangat toleransi dan menjauhi sikap anarkis. Ini adalah bagian dalam membangun pendidikan karakter yang jadi prioritas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga," ucap Suwandi Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Senin (18/11/2019).

Pendidikan karakter di berbagai lembaga sekolah, memang menjadi prioritas pertama Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat ini. Dimana, pembentukan karakter para pelajar ini juga bisa memanfaatkan sebaik mungkin teknologi informasi yang kini tak bisa dibendung lagi kehadirannya dalam sektor pendidikan.

Suwandi melanjutkan, dengan semakin banyaknya pihak yang terlibat dalam pembentukan karakter pelajar, maka akan semakin cepat pula penyerapan nilai-nilai toleransi, kebersamaan, gotong royong, dan penanganan sikap dan karakter anarkis pada kehidupan pelajar.

"Maka sekali lagi kita apresiasi sekali dengan Polres Malang yang juga konsen melakukan berbagai penguatan itu pada para pelajar di Kabupaten Malang," ujar Suwandi.

Terpisah, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, dalam sambutannya di acara pemberian hadiah kepada para pemenang Vlog Millineal Menolak Anarkis, di lapangan Satyahaprabu, Polres Malang, Senin (18/11/2019) menyampaikan, apresiasinya kepada para pelajar.

Baca Juga : Quraish Shihab Tegaskan Wabah Covid-19 Bukan Azab Allah

"Kita apresiasi seluruh pelajar dan tentunya para pemenang lomba ini. Semoga lomba ini tak hanya menjadi kegiatan seremonial saja. Tapi, betul-betul bisa tertanam nilai-nilai anti anarkis dalam pelajar. Semoga juga ini bisa ditularkan kepada pelajar lainnya sebagai generasi penerus bangsa," ujar Kapolres Malang.

Hasil lomba Vlog Millineal Menolak Anarkis yang digelar Polres Malang mengerucut pada pemenang sebagai berikut:
Kategori kelompok/sekolah:
1. Juara 1: Morefun /SMKN 1 Kepanjen
2. Juara 2: SMPN 1 Singosari
Kategori Individu/perorangan tingkat SMP:
1. Juara 1:  Satria Bagus Wicaksono SMPN 1 Kepanjen
2. Juara 2: Nadia Izzatul Ulya SMPN 1 Singosari
3. Juara 3: M. Faiz Taufiqurrahman SMP Modern Al-Rifa'ie
Kategori Individu/perorangan tingkat SMA:
1. Juara 1: Rio Adams, MAN 1 Malang (Kabupaten)
2. Juara 2: Natramanda Tria Wibawa, SMK NU Donomulyo
3. Juara 3: Muhamad Ilham Mauludin SMAN 1 Singosari.

Nadia Izzatul Ulya dari SMPN 1 Singosari sebagai pemenang ke-dua kategori individu, menyampaikan, "Untuk menjaga perdamaian kita tak perlu harus turun langsung ke medan perang. Kita bisa memulainya dari hal terkecil yang ada di sekitar kita," ucapnya.