Petugas PDAM Kota Malang saat tengah melakukan perbaikan pipa bocor di kawasa  Perumahan Joyogrand, Kamis (14/10) (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Petugas PDAM Kota Malang saat tengah melakukan perbaikan pipa bocor di kawasa Perumahan Joyogrand, Kamis (14/10) (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Matinya debit air di wilayah Perumahan Joyogrand Warga Perumahan Joyogrand, RW 09, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang beberapa hari terakhir ini dipastikan karena adanya kebocoran pipa.

Akibat kejadian tersebut, memang menjadikan warga di wilayah itu  terganggu lantaran tidak bisa beraktivitas menggunakan air sebagaimana mestinya. Seperti untuk mencuci baju dan juga memasak.

Direktur PDAM Kota Malang, M Nor Muhlas menyatakan imbauan akan kejadian tersebut telah disampaikan, bahkan melalui sosial media juga telah diposting. Di mana, karena kebocoran pipa tersebut di wilayah Perumahan Joyogrand tersebut, sementara pompa yang menyuplai tandon dimatikan. 

"Ditemukan kebocoran di pipa induk pengkondisian sementara aliran air dimatikan," ujarnya saat dihubungi MalangTIMES, Kamis (14/11).

Dari pantauan MalangTIMES di lapangan, area kebocoran memang sudah diupayakan PDAM Kota Malang untuk diperbaiki. Beberapa petugas telah mulai membenahi area kebocoran, dan sejak siang ini mulai memasang tali peringatan warna kuning sebagai tanda perbaikan pipa tersebut.

"Sekarang sedang dalam perbaikan, sambungan pipa T nya itu kan ada yang lepas. Tapi barusan sore ini sudah kembali terpasang," imbuhnya.

Akibat kebocoran pipa tersebut, daerah yang terdampak yakni sekitar Jl Joyogrand Kompleks - Jl Joyoasri Kompleks - Jl Raya Joyo Agung - Jl Joyogrand Depag - Perum Joyogrand Inside - Perum Uniaga.

Sementara itu, terkait pelayanan air ke warga ia menyebut masih menunggu proses normalisasi. Di mana hal itu memang tidak serta merta akan langsung mengalir ke seluruh sambungan rumah. Karena harus melalui pengisian tandon yang sebelumnya kosong, baru dialirkan ke rumah-rumah berdasarkan posisi terendah yang kawasan daerahnya terdampak.

"Bertahap ya, kalau tandonnya sudah normal seperti biasanya, ya sudah akan normal kembali pelayanan air di rumah warga," pungkasnya.