Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Selama 18 hari ke depan, Perum Jasa Tirta I menyiapkan skema khusus berupa hujan buatan untuk wilayah Malang Raya. Penerapan teknologi modifikasi cuaca (TMC) itu rencananya diterapkan selama 20 hari sejak Rabu (13/11/2019) kemarin.

Direktur Utama Perum Jasa Tirta I Raymond Valiant Ruritan menyampaikan, skema hujan buatan sengaja dibuat lantaran hujan yang turun hanya di beberapa kawasan saja. Sehingga, untuk memancing hujan menyebar di seluruh wilayah, maka teknologi buatan tersebut sengaja dibuat.

Selain itu, lanjutnya, kondisi hujan buatan dilakukan karena debit air di Bendungan Sutami, Malang mengalami penurunan. Sehingga, hujan buatan akan difokuskan untuk wilayah Malang Raya hingga debit air di Bendungan Sutami kembali normal.

"Hujan buatan ini alternatif untuk menambah curah hujan di awal musim hujan. Jadi hujan dibuat agar tak sekedar membasahi saja," terangnya pada wartawan.

Raymond menyampaikan, teknologi modifikasi cuaca di Malang Raya tersebut akan dilakukan bersama Skadron Udara 4 Pangkalan Udara Abdurrahman Saleh, Malang. Sedangkan penyemaian proses hujan buatan sendiri akan menggunakan bahan kapur tohor di pagi hari untuk menipiskan asap dan kabut.

Kapur tohor menurutnya berfungsi mengurangi asap dan kabut. Sehingga memungkinkan untuk munculnya potensi awan. Setelah itu penyemaian garam dilakukan pada siang hari.

"Ketika ada awan dan berpotensi disemai, maka akan kami semai," terang dia.

Sementara itu, Analisis kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Mahfuzi berpendapat, skema teknologi hujan buatan memang sangat mungkin dilakukan ketika kondisi mendesak. Terutama untuk menjaga stabilitas debit bendungan atau waduk seperti yang dilakukan Perum Jasa Tirta I.

"Jika memang tujuannya untuk debit masuk (inflow) ke waduk-waduk, harusnya hujannya bukan di Kota Malang tapi di atas Karangkates, Selorejo, Lahor atau lokasi lainnya yang dianggap sebagai penyuplai tampungan waduk. Untuk hujan siang ini di Kota Malang masih belum dipastikan jika itu hujan buatan," jelasnya.