Pemkab Malang siap membantu apapun terkait rencana pembangunan tol Pakis-Kepanjen seperti yang disampaikan Sekda Disik Budi Muljono (Nana)
Pemkab Malang siap membantu apapun terkait rencana pembangunan tol Pakis-Kepanjen seperti yang disampaikan Sekda Disik Budi Muljono (Nana)

MALANGTIMES - Keseriusan pemerintah kabupaten (Pemkab) Malang terkait rencana pembangunan jalan tol Pakis sampai Kepanjen, kembali disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Didik Budi Muljono.

Tak terkecuali juga rencana pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) yang saat ini terus digenjot dan jadi prioritas pembangunan juga di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Didik Budi mengatakan, Pemkab Malang siap membantu apapun terkait  rencana besar pembangunan jalan tol Pakis-Kepanjen dan penuntasan JLS. "Kita siap bantu apapun terkait dua program strategis itu. Baik terkait perencanaan, pembebasan lahan bila diperlukan serta hal lain-lainnya," kata eks Inspektur Kabupaten Malang ini, Kamis (14/11/2019) kepada MalangTimes.

Didik Budi juga menyampaikan, bahwa rencana pembangunan jalan tol Pakis-Kepanjen dipastikan akan dilakukan atau dibangun. Hal ini didasarkan adanya informasi bahwa proses pengadaan barang dan jasa atau lelang terkait itu sudah dilakukan.

"Informasi yang kami terima sudah dilakukan lelang dan kalau tak salah PT PP (pemenangnya, red)," ujarnya.

Seperti diketahui, rencana pembangunan tol Pakis-Kepanjen sepanjang kurang lebih 30 Kilometer (Km), merupakan lanjutan dari Tol Pandaan-Malang (Mapan). Dimana PT PP (Persero) Tbk yang melaksanakan pembangunan tol Mapan, dan bersiap untuk menjadi prakarsa tol Pakis-Kepanjen dengan investasi tol sekitar Rp 6 triliun sampai Rp 7 triliun.

Berbagai jejak persiapan awal itulah yang membuat Pemkab Malang optimis dan memastikan tol Pakis-Kepanjen akan dibangun. Walaupun tentunya tak cukup hanya satu dua tahun terselesaikan. Bahkan, PT PP (Persero) pun memperkirakan tol Pakis-Kepanjen selesai sekitar 3 tahun.

"Seperti yang kita rencanakan juga bahwa untuk perencanaan di tahun 2020, pengerjaannya baru bisa dilakukan 2021. Lepas dari itu, karena ini proyek nasional, kita tak terlalu tahu detailnya. Tapi, kita tegaskan Pemkab Malang siap membantu apapun untuk wujudkan itu," tegas Didik Budi.

Kunjungan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono ke Kota Malang, beberapa hari lalu, juga mengisyaratkan bahwa rencana tol Pakis-Kepanjen berpeluang besar terwujud. Dimana, Kementerian PUPR siap memproses usulan Pemkab Malang terkait lanjutan tol Mapan sampai Kepanjen. 

"Selama ada ajuan kita proses cepat. Dengan catatan kemampuan keuangan pemrakarsa tol kuat. Karena pembuatan jalan tol butuh anggaran tak sedikit, yaitu 30 persen dari total investasi itu equity dari pemrakarsa," ujar Basuki.

Terkait pembangunan JLS pun, Didik Budi optimis bisa terlaksana. Sehingga akan semakin membuka akses di wilayah Malang Selatan yang memiliki potensi luar biasa di sektor pariwisata.
"Proyek JLS pun selain jadi prioritas pusat juga pemprov Jatim. Dimana untuk ini harus tersambung antara Banyuwangi sampai Pacitan. Jadi kita optimis bahwa JLS di wilayah kita juga akan terbangun," pungkasnya.