Ilustrasi CPNS 2019 yang masih sepi pelamar di Kabupaten Malang (dok JatimTIMES)
Ilustrasi CPNS 2019 yang masih sepi pelamar di Kabupaten Malang (dok JatimTIMES)

MALANGTIMES - Pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) telah dibuka secara resmi oleh pemerintah pusat, beberapa hari lalu. Tapi, di Kabupaten Malang, dibukanya pendaftaran CPNS inj masih belum terlihat adanya pelamar yang mengajukan diri. 

Hal ini disampaikan oleh Nurman Ramdansyah Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan  Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang, yang menyampaikan, bahwa dari dibukanya pendaftaran masih sepi pelamar.

Seperti diketahui, formasi atau lowongan CPNS Pemkab Malang tahun 2019 sebanyak 527 lowongan. Dengan rincian,  520 formasi umum dan 7 formasi khusus (Disabilitas). Rinciannya, 254 merupakan tenaga pendidikan, 102 tenaga kesehatan dan 171 tenaga teknis. Sedangkan ketentuan usia peserta sesuai aturan, maksimal 35 tahun untuk semua formasi. Kecuali formasi dokter spesialis, usianya maksimal 40 tahun.

"Sampai kemarin masih sepi pelamar untuk Pemkab Malang. Ini terlihat dari situs resmi pendaftaran per wilayah yang kita pantau," ucapnya, Kamis (14/11/2019).

Nurman melanjutkan, biasanya pendaftaran akan terlihat ramai di situs resmi CPNS yaitu sscn.bkn.go.id  menjelang pendaftaran ditutup pada 24 November 2019 datang.

"Ini kayak siklus, biasanya ramai kalau di akhir-akhir pendaftaran. Dimungkinkan calon pelamar masih mengurus berbagai syarat pendaftaran," ujarnya yang juga menambahkan, dari pembukaan pendaftaran masih didominasi pelamar yang bertanya berbagai hal teknis ke kantornya.

Persiapan persyaratan yang diminta dalam pendaftaran CPNS 2019, salah satunya adalah SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) yang sampai saat ini diserbu oleh para pelamar.
Hal ini terlihat di Polres Malang, dimana pemohon SKCK mengalami peningkatan. Di hari normal biasanya hanya sekitar 90 orang yang melakukan permohonan, kini bisa mencapai sekitar 200 orang seharinya.

Antusias tinggi pelamar itulah yang membuat pelayanan SKCK di Polres Malang, waktunya ditambah dari hari biasanya. "Pelayanan untuk SKCK ditambah dengan banyaknya pengajuan dari masyarakat. Dari biasanya pukul 08.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB jadi pukul 16.00 WIB," ujar AKP Muhammad Syuhada, Kasat Intelkam Polres Malang.

Selain penambahan waktu pelayanan, Polres Malang juga mengimbau masyarakat yang akan memohon SKCK untuk memanfaatkan layanan secara online. "Masyarakat juga bisa akses layanan SKCK secara online melalui laman resmalangskck.com," imbuhnya.

Sebagai informasi tambahan, pemerintah pusat melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) juga akan mengubah aturan terkait  passing grade atau nilai ambang batas minimal dalam rekrutmen CPNS 2019.

Dari sistem seleksi menggunakan Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 37 tahun 2018 diubah menjadi Permen PAN-RB Nomor 24 tahun 2019. Dimana, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang mensyaratkan nilai ambang batas 143 untuk Tes Karakteristik Pribadi (TKP), 80 untuk Tes Intelegensia Umum (TIU), dan 75 untuk Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), diubah menjadi 126 untuk TKP, 80 untuk TIU, dan 65 untuk TWK, sesuai Pasal 3 Permen PAN-RB 24/2019.

Hal itu dibenarkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo, yang mengatakan, perubahan nilai ambang batas SKD dilakukan karena ada beberapa lembaga di sejumlah daerah yang tak meloloskan satu pun peserta seleksi pada rekrutmen CPNS tahun lalu. Dikarenakan tingginya nilai ambang batas minimal.

"Ada beberapa lembaga di daerah (ada yang) tak ada (peserta) yang lulus satu pun. Ini yang salah orangnya atau soalnya?," ucap Tjahjo, Rabu (13/11/2019) kemarin seperti dilansir kompas.com.