Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Banyaknya vila dan penginapan di Kota Batu memang kerap menjadi sasaran tamu untuk melakukan berbuat asusila. Termasuk asusila terhadap anak.

Atas banyaknya kasus itu, Polres Batu meminta kepada pengelola penginapan atau vila lebih mewaspadai hal ini.  Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama minta pengelola vila agar selektif saat menerima tamu. “Saya meminta kepada pengelola yang punya penginapan atau vila lebih selektif lagi,” ucap dia.

Baca Juga : Pasien Positif Covid-19 Meningkat, Polres Malang Ancam Warga yang Tolak Pemakamannya

“Supaya tidak ada lagi kejadian persetubuhan kepada anak, seperti yang terjadi salah satu vila Dusun Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu,” imbuhnya, Senin (11/11/2019).

Kapolres meminta kepada pengelola itu untuk menanyakan identitasnya saat ada tamu datang. Kemudian memeriksa identitas seperti KTP atau SIM. Termasuk status semua tamunya. 

“Seharusnya identitas ini harus ditunjukkan supaya pengelola tahu. Jadi, tidak sampai ada kejadian seperti baru-baru ini yang terjadi,” tandas lulusan Akademi Polisi 2001 ini. 

Upaya yang dilakukan Polres Batu sejauh ini untuk mengurangi angka kejahatan asusila terhadap anak,  satuan bina masyarakat (satbinmas) diinstruksikan untuk melakukan bimbingan dan penyuluhan kepada pengelola vila dan siswa di sekolah.  “Melalui bimbingan dan penyuluhan ini suapaya pengelola vila lebih selektif dalam menerima tamu dan para pelajar sadar tidak melakukan hal hal yang merugikan diri sendiri,” ucap kapolres yang akrab disapa Harvi itu. 

Baca Juga : Ditemukan Sepatu, Kaus Kaki, Topi di Dekat Hilangnya Pendaki Gunung di Kota Batu

Polres Batu memberikan imbauan ini lantaran sebelumnya terjadi kasus kejahatan seorang pria berinisial YR (18) menyetubuhi seorang perempuan di bawah umur. Si anak digoda dengan embel-embel cinta dan tanggung jawab bila hamil.