Wali Kota Malang Sutiaji saat memantau langsung avur drainase yang ditumpuki sampah (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji saat memantau langsung avur drainase yang ditumpuki sampah (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

MALANGTIMES - Belum lama dinormalisasi, avur drainase di beberapa titik Kota Malang kembali ditumpuki sampah. Hal itu membuat Wali Kota Malang Sutiaji geleng-geleng kepala. Pasalnya, baru saja dibersihkan, gorong-gorong kembali ditumpuki sampah yang secara otomatis membuat avur drainase tak berfungsi sebagaimana mestinya.

Dari hasil penemuan yang dilakukan tim, menurut Sutiaji sebagian besar sampah diproduksi lantaran ulah masyarakat sendiri. Karena masih ditemui warga yang tak bertanggungjawab dan memilih membuang sampah seenaknya sendiri.

"Hampir semuanya karena ulah manusia sendiri yang tak mengindahkan fasilitas. Percuma juga normalisasi kalau perilaku tak diubah," kata Sutiaji geram usai meninjau lokasi gorong-gorong di kawasan Soekarno Hatta, Senin (4/11/2019).

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Malang Hadi Santoso menjelaskan, dari hasil temuan satgas DPUPR saat beroperasi di jalan Sukarno Hatta (depan ruko SBC), ditemukan dua avur ambles dan menyumbat saluran.

"Selain material batu, juga ditemukan tumpukan sampah. Kelihatannya satu dua titik, tapi dampaknya banyak karena ini saluran utama juga," ungkap pria yang akrab disapa Sony itu.

Sebelumnya, pada Oktober 2019, satgas Dinas PUPR melakukan normalisasi pada 30 titik yang rawan terjadi genangan saat musim hujan datang. Di antaranya wilayah Sumbersari, Merjosari, Tlogomas, Galunggung, Sawojajar, Sukun, Klojen, hingga Mojolangu.

Terakhkir Satgas DPUPR menutup bulan Oktober lalu dengan melakukan normalisasi di saluran air di kawasan jalan Sunan Kalijaga Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Di sana lagi-lagi pejuang drainase menemukan berbagai jenis sampah yang menyumbat. Seperti sampah plastik, sampah rumah tangga dan jenis sampah lainnya.

"Setiap bulan rata-rata kami menormalisasi saluran air antara 25 sampai 30 titik saluran air yang tersumbat," imbuh Sony.

Penyebab penyumbatan itu menurutnya ada berbagai macam mulai dari sampah hingga penyempitan. Sehingga dia menegaskan perlu dan kesadaran dari masyarakat sendiri. Karena masyarakat sendiri yang akan menerima dampaknya jika terjadi bencana.